Minggu, 04 Oktober 2026

            

Berita

Payung Bawah Laut Pelindung Karang dari Krisis Iklim

Pemakain peneduh ini dapat mengurangi karang yang memutih. 

Minggu, 04 Oktober 2026
Kondisi terumbu karang di Pasi Tidore (Foto: April/Auriga)
Kondisi terumbu karang di Pasi Tidore (Foto: April/Auriga)

BETAHITA.ID - Para peneliti menemukan solusi untuk melindungi terumbu karang Karibia dari ancaman suhu peningkatan suhu laut akibat krisis iklim, yakni memakai payung bawah laut. Pemakain peneduh ini dapat mengurangi karang yang memutih. 

Solusi ini dimuat dalam artikel penelitian berjudul “Casting a Shadow: in situ Shading of Corals Reduces Hyperthermal Paling” yang dimuat dalam jurnal Marine Frontiers. Peneduh ini tidak dapat menurunkan suhu air namun mencegah kerusakan akibat sinar UV dan radiasi matahari.

Karen Neely dari Nova Southeastern University, penulis utama artikel itu, menyebutkan peristiwa pemutihan karang tahun 2023 di Florida pada dasarnya memusnahkan karang bercabang dan di beberapa lokasi dekat pantai. Dampaknya pun sangat menghancurkan karang otak.

“Pemutihan karang akibat suhu panas mungkin merupakan ancaman terbesar bagi terumbu karang di seluruh dunia, dan kita mutlak harus mengatasi perubahan iklim jika ingin terumbu karang, seperti yang kita kenal saat ini, tetap ada di masa depan," ujarnya. 

“Studi ini bermula langsung dari peristiwa tersebut: kami ingin memberikan bukti konsep bagi alat-alat yang dapat menyelamatkan karang tertentu dalam peristiwa serupa di masa depan," tulisnya.. 

Pada musim panas tahun 2024, timnya memasang 20 peneduh di atas 10 koloni berbeda dari dua spesies karang otak, Pseudo diploria clivosa dan Colpophyllia natans, di Newfound Harbor, Florida Keys. Mereka juga memilih 20 karang serupa sebagai kelompok kontrol.

Peneduh menyerupai payung yang terbuat dari pipa dan dipasangi kain nilon dipasang sementara di dasar laut menggunakan tali. Alat itu dipasang mengapung 30 cm di atas karang. Alat ini mengurangi intensitas cahaya sebesar 60 persen.

mereka memantau perubahan warna karang dan mengambil biopsi jaringan untuk mengamati alga setiap dua minggu. Karang menyediakan tempat tinggal bagi alga, sementara alga memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisi karang. 

Alga juga memberikan warna pada karang sehingga ketika karang memutih akibat stres suhu panas. Maka hubungan tersebut telah terganggu dan karang mengalami kekurangan nutrisi.

Pada musim panas tersebut tingkat stres suhu panas di Newfound Harbor tercatat tertinggi kedua dalam sejarah. Karang yang dinaungi mengalami perubahan warna yang lebih sedikit dari perkiraan dan perbedaan tersebut paling terlihat jelas selama periode stres termal yang paling parah. Karang yang dinaungi bahkan sempat mendapatkan kembali sebagian warnanya setelah peneduh dipasang.

Namun, secara keseluruhan, Neely dan timnya juga mendapati tingkat pemutihan karang yang lebih rendah dari perkiraan, serta tidak menemukan adanya karang yang mati. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh gelombang panas ekstrem pada tahun 2023, yang membuat sebagian besar karang didominasi oleh jenis alga bernama Durusdinium. Alga ini sangat tahan terhadap panas namun dikaitkan dengan laju pertumbuhan karang yang lebih lambat dan kemungkinan kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit.

"Peneduh berhasil membalikkan proses pemutihan yang teramati, namun peristiwa tersebut tidak cukup parah untuk menyebabkan kematian pada karang kontrol maupun karang yang dinaungi," ucapnya. 

Ia menyebutkan timnya mendapati metode ini efektif pada dua spesies karang yang sangat rentan. Besar kemungkinan metode ini bermanfaat bagi sebagian besar spesies lainnya, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya. 

“Ada kemungkinan pula bahwa tekanan akibat suhu panas akan mencapai titik di mana upaya pemberian naungan tidak lagi mampu menolong karang, namun hanya eksperimen di masa mendatang yang dapat menentukan batasan tersebut," ucapnya.