Cerita Tragis Bayi Hiu Bermata Satu

Penulis : Y. Y. Akhmadi

FOTO

Selasa, 27 Oktober 2020

BETAHITA.ID -  Satu individu bayi hiu ditemukan nelayan Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kepulauan Aru dalam perut induknya, yang terjerat jaring penangkap udang, pertengahan Okgtober 2020.

Guru Besar Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Ambon, Prof. Jacobus W. Mosse mengatakan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan bayi hiu hanya memiliki satu mata. Pertama, karena kegagalan perkembangan otak pada embrio saat masa-masa kehamilan hiu sehingga terbentuk satu bola mata saja. Ini disebut cyclophia atau cyclocepaly.

Kedua, kemungkinan karena produksi protein yang dihambat atau dibatasi oleh faktor lingkungan. “Ini juga diduga seperti begitu. Tapi ini baru bersifat dugaan. Kita belum tahu apakah ini indikasi lingkungan perairan di Aru juga sudah tercemar atau tidak sehingga sumber-sumber protein alami yang sudah ada itu tidak mendukung pembentukan otak organisme terutama di hiu,” katanya kepada Terasmaluku.com.

Laut kita sudah tercemar parah. November 2018, seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan tewas terdampar di Pulau Kapota, Sulawesi Tenggara. Perut bangkai paus berisi sampah plastik seberat 5,9 kg.

Bayi hitu mata satu yang ditemukan di Maluku (Viralpress)
 

Bayi hiu bertama satu ditemukan di Kepualan Aru (ViralPress/The Sun)

Bayi hiu bertama satu ditemukan di Meksiko (Pisces Fleet Sportfishing /The Sun)

Paus sperma yang ditemukan tewas di perairan Desa Kapota Kecamatan Wangiwangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, November 2018. Foto terbawah sampah plastik 5,9 kg di perut Paus sperma. (Dok. Rosniawati Fikri/WWF)