Rabu, 11 November 2020

Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Terobosan vaksin untuk melawan Covid-19 baru-baru ini menaikkan harapan bahwa pandemi dapat berakhir. Vaksin tersebut diproduksi oleh Pfizer dan disebut efektif hingga 90% melindungi manusia dari transmisi virus Sars-Cov-2.

Hasil tersebut diperoleh setelah Pfizer/BIONTech’s melakukan uji klinis global. Performa vaksin tersebut disebut melewati ekspektasi para ahli, dan melahirkan asa untuk mengakhiri pandemi yang telah membunuh lebih dari satu juta jiwa di dunia, serta menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengubah rutinitas masyarakat dunia secara drastis.

Data efektivitas vaksin itu diperoleh melalui analisis interim. The Guardian melaporkan, saat ini uji klinis terus berlanjut hingga Desember. Namun, pemimpin dunia menaruh harapan terhadap vaksin ini, termasuk presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden.

Profesor kedokteran dari Oxford University John Bell, yang terlibat dalam pembuatan vaksin itu mengatakan, bahwa tim Pfizer menunjukkan “level efikasi yang baik”, dan ini bisa berarti manusia dapat kembali beraktivitas normal musim semi mendatang.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (.flickr.com)

“Saya orang pertama yang mengatakan itu, tapi saya mengatakannya dengan keyakinan,” katanya kepada wartawan BBC.

Saat ini proses manufaktur telah dimulai. Pfizer mengatakan dapat memasok kebutuhan global hingga 50 juta dosis vaksin pada 2020 dan lebih dari 1,3 miliar dosis pada 2021.

BioNTech, perusahaan bioteknologi kecil yang menggagas vaksin tersebut, didirikan oleh pasangan ilmuwan asal Jerman Uğur Şahin and Özlem Türeci. Kedua ilmuwan tersebut awalnya mengembangkan tipe baru terapi imun untuk kanker, namun kemudian berfokus mengembangkan vaksin Covid-19.

The Guardian melaporkan, hingga saat ini belum ada masalah keamanan terkait vaksin tersebut, dengan dua perusahaan melaporkan tidak ada efek samping serius.

“Hari ini merupakan kabar baik bagi sains dan kemanusiaan. Hasil pertama dari fase tiga uji vaksin Covid-19 menunjukkan bukti awal mengenai kemampuan vaksin mencegah transmisi Covid-19,” kata Direktur Eksekutif Pfizer Dr Albert Bourla, Selasa, 10 November 2020.

“Kita tengah di proses pencapaian penting dalam program pengembangan vaksin. Hal ini bertepatan saat dunia sangat membutuhkannya, dengan laju infeksi yang menembus rekor, kapasitas rumah sakit yang hampir penuh, dan upaya pemulihan ekonmi,” pungkasnya.

Namun, ilmuwan lainnya mengatakan bahwa efektivitas vaksin Pfizer itu barulah data awal. Saat ini uji klinis pun terus dilakukan.

“Dengan tidak adanya data dari Pfizer dan BioNTech, kita harus menerima kabar ini seadanya,” kata Dr Simon Clarker dari University of Reading. “Namun, rasanya tidak mungkin perusahaan farmasi besar memberikan informasi yang salah,” tambahnya.

Prof Peter Horby dari Oxford University menyebut keberhasilan awal dari uji vaksin Pfizer sebagai momen penting.

“Kabar ini membuat saya tersenyum lebar,” katanya. “Lega rasanya melihat hasil positif dari vaksin ini. Tentu saja kita harus melihat lebih detail dan menunggu hasil akhirnya. Prosesnya masih panjang, tapi saat ini kabar ini seperti air sejuk,” katanya lagi.

Vaksin milik Pfizer/BioNTech ini merupakan vaksin mRNA, yang menggunakan kode genetik virus Sars-Cov-2 penyebab Covid-19. Vaksin lainnya dari Oxford University/AstraZeneca juga diharapkan memiliki hasil sementara November ini atau awal Desember dari uji klinik, yang menggunakan tekonologi berbeda.