Kabar Gembira Sekaligus Waspada: Gajah di Bukit Tigapuluh
Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) terdeteksi bersama satu rombongan kecil di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Jambi. Temuan ini menjadi kabar gembira karena gajah masih mampu beregenerasi di bentang alam itu. Namun yang membuat khawatir, perlintasan yang mereka lalui berada di APL dan berdekatan dengan bekas tambang batu bara.
Kelompok gajah sumatera yang terpantau di bentang alam Bukit Tigapuluh, Jambi. Foto: Geopix
BETAHITA.ID - Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) terdeteksi bersama satu rombongan kecil di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Jambi. Temuan ini menjadi kabar gembira karena gajah masih mampu beregenerasi di bentang alam itu. Namun yang membuat khawatir, perlintasan yang mereka lalui berada di APL dan berdekatan dengan bekas tambang batu bara.
Tim lapangan Geopix berhasil mendokumentasikan seekor bayi gajah liar bersama 4 (empat) ekor gajah dewasa ini bergerak dalam satu kelompok di wilayah areal penggunaan lain (APL). Mereka membentuk formasi waspada untuk melindungi bayi gajah tersebut, sebuah kelompok yang relatif kecil dan rentan.
Kelompok ini terlihat berada di tepian tambang batubara yang terbengkalai dan tidak terlihat pergerakan ke lokasi lainnya. Selain itu juga teramati aktivitas pembersihan lahan untuk membuka perkebunan sawit.
Deteksi ini menjadi kabar gembira di tengah kabar kematian beruntun bayi-bayi gajah Tari, Panton dan Nurlaila (Lela) serta dua ekor gajah betina yaitu Suli dan Dona di berbagai Pusat Konservasi Gajah
“Kami bertemu dengan bayi gajah liar bersama kelompoknya, total sekitar lima ekor di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, salah satu kantong populasi penting bagi Gajah Sumatera,” ujar Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, melalui rilis pers.
Keberadaan bayi gajah liar ini makin memperkuat bahwa populasi gajah di Bukit Tigapuluh masih mampu beregenerasi secara alami.