Pesta Media 2026: Berkabar Kerusakan Lingkungan dengan Foto
Penulis : AJI JAKARTA
Lingkungan
Minggu, 12 April 2026
Editor : Yosep Suprayogi
BETAHITA.ID - AJI Jakarta menyelenggarakan pameran foto bertajuk “Menyiarkan Krisis: Siapa Boleh Cerita?” dalam acara Pesta Media 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu dan Minggu, 11-12 April 2026. Pameran ini menampilkan 27 karya foto hasil kurasi dari 19 pewarta foto. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis, pegiat komunitas, dan masyarakat umum.
Karya-karya yang dipamerkan menyuguhkan kabar visual mengenai kerusakan alam yang memicu berbagai bencana di Indonesia. Pameran ini bertujuan menunjukkan realitas krisis lingkungan yang sering kali luput dari perhatian publik.
Kurator pameran, Gunawan Wicaksono, mengatakan foto dalam pameran ini bukan sekadar pameran estetika visual. Ia menyebut karya-karya tersebut sebagai bentuk pengadilan atas pengabaian terhadap kelestarian alam. “Foto-foto ini adalah saksi bisu dari paru-paru hutan yang sesak dan laut yang muntah karena racun. Mereka hadir untuk menelanjangi mereka yang pura-pura tuli atas kerusakan lingkungan,” ujar Gunawan, Sabtu, 11 April 2026.
Puluhan karya yang dikirim oleh fotografer dari pelbagai wilayah di Indonesia itu ditampilkan di Teater Wahyu Sihombing yang menjadi venue utama Pesta Media 2026. Karya-karya itu memperlihatkan kondisi hutan yang gundul dan wilayah perairan yang tercemar. Ini menjadi bukti autentik atas pengkhianatan terhadap komitmen untuk menjaga lingkungan hidup.
Dalam perspektif kurasi pameran ini, kata Gunawan, fotografi ditempatkan sebagai alat untuk melakukan perlawanan. Gambar dianggap memiliki kekuatan untuk menunjukkan fakta kepada mereka yang pura-pura tidak mengetahui adanya kerusakan. “Gambar-gambar karya para pewarta foto pemberani inilah yang akan terus berteriak saat kata-kata dibatasi. Memilih untuk diam saat dunia berada di ambang kehancuran adalah sebuah bentuk persekutuan dengan kerusakan itu sendiri,” kata Gunawan.
Redaktur Desk Fotografi di Tempo ini menyatakan pameran berfungsi sebagai senjata perlawanan di tengah ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis. Gambar-gambar karya pewarta foto tersebut akan terus menyuarakan kebenaran saat kata-kata mulai dibatasi.
Menurut Gunawan, karya-karya yang ditampilkan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kondisi bumi saat ini. Ia menilai pameran ini menjadi sebuah pengadilan terhadap pengabaian lingkungan yang terus terjadi. “Bumi Nusantara tidak pernah bisu, ia hanya dipaksa diam. Di hadapan Anda hari ini, bukan sekadar pameran estetika visual, melainkan sebuah pengadilan atas pengabaian,” ujar Gunawan.
Selain pameran foto, Pesta Media 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai sesi lokakarya (workshop) dan bincang-bincang (talkshow). Pesta Media AJI Jakarta 2026 adalah ajang pertemuan dan kolaborasi insan media, komunitas, dan publik. Tahun ini mengusung tema "Facing for Future, Collaboration for Our Nature" .


Share

