Puluhan Orangutan Diselamatkan BKSDA Pangkalan Bun

Penulis : Redaksi Betahita

Satwa

Jumat, 01 Februari 2019

Editor : Redaksi Betahita

Betahita.id – Sepanjang 2017 hingga Januari 2019, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng), Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, telah melakukan penyelamatan puluhan orangutan yang terlibat konflik dengan perusahaan perkebunan dan masyarakat. Tak hanya itu, BKSDA SKW II juga menerima serahan  orangutan dan beragam  satwa dilindungi lain dari masyarakat.

Baca Juga: Dianggap Mengganggu, Dua Orangutan Diselamatkan dari Perkebunan Sawit di Seruyan

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng), Agung Widodo mengatakan, sepanjang Januari 2019, terdapat 4 orangutan yang diselamatkan. Keempat orangutan tersebut, dua di antaranya diselamatkan dari perkebunan sawit, dan dua lainnya berasal dari perkebunan karet milik masyarkat.

Sepasang induk dan anak berjenis kelamin betina berusia 25 tahun dan 3 tahun diselamatkan dari perkebunan sawit milik perusahaan di Kabupaten Seruyan pada 23 Januari 2019 lalu. Dua orangutan lainnya diselamatkan dari kebun karet di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, 21 Januari 2019. Kedua orang utan ini berjenis kelamin betina, yang juga merupakan sepasang induk dan anak, berusia 30 tahun dan 3 tahun.

Tim BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun bersama Tim Rescue Orangutan Foundation International (OFI) melakukan penyelamatan orangutan dari kebun Karet milik warga di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, 19 Januari 2019 lalu./Foto: Dok. BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun

“Yang kita rescue dari kebun karet warga di Pangkalan Lada itu langsung kita translokasi ke Taman Nasional Tanjung Puting. Sedangkan yang kita rescue dari perkebunan sawit perusahaan di Seruyan itu saat ini kita tempatkan di OCCQ (Orangutan Care Centre and Quarantie) milik OFI (Orangutan Foundation International). Karena ada luka lama di pelipis mata sang induk. Seperti bekas sayatan benda tajam,” kata Agung Widodo, Rabu (30/1/2019).

Raden Ariyo Wicaksono

Tim BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun bersama Tim Rescue Orangutan Foundation International (OFI) tengah mengangkat sebuah kandang berisi orangutan yang akan dilepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting./Foto: Dok. BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun.

Selain itu, di sepanjang 2017 dan 2018 lalu, BKSDA SKW II juga melakukan penyelamatan dan menerima serahan puluhan orangutan dari berbagai tempat. Khusus di 2017 saja, terdapat 10 orangutan yang berhasil diselamatkan karena dilaporkan terlibat konflik dengan perkebunan perusahaan maupun dengan masyarakat. Tak hanya itu, di 2017 BKSDA SKW II juga menerima serahan 12 orangutan dari masyarakat.

“Sedangkan di 2018, ada 12 orangutan yang kita rescue dari berbagai tempat. Lalu ada 2 orangutan yang diserahkan dan kita terima dari masyarakat. Sepanjang 2017 hingga Januari 2019, tidak ada orangutan serahan dari perusahaan. Semuanya dari masyarakat. Tapi kalau di 2016, ada perusahaan yang menyerahkan 2 orangutan ke kita.”

BKSDA Pangkalan Bun Menerima Serahan Satwa Dilindungi 

Tak hanya orangutan. Sepanjang 2017 hingga Januari 2019. BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun juga menerima serahan berbagai satwa dilindungi lain dari tangan masyarakat. Salah satu di antaranya yakni serahan seekor burung Rangkong dari salah satu karyawan perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, 23 Januari 2019 lalu.

Raden Ariyo Wicaksono

Seekor burung Rangkong diserahkan oleh salah seorang karyawan salah satu perusahaan sawit di Kotawaringin Timur, kepada BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun./Foto: Dok. BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun

Burung tersebut didapatkan dari seorang karyawan perusahaan bagian panen di perkebunan kelapa sawit saat  memancing di tepi sungai di sekitar perusahaan. Kondisi burung  diperkirakan sakit dan tidak bisa terbang jauh. Burung tersebut sempat dirawat sekitar 2 bulan lamanya dan sempat dua kali coba dilepas kembali ke hutan. Namun burung tersebut tidak bisa terbang jauh.

“Selain burung rangkong ada juga serahan kukang dari masyarakat. Di 2017 dan 2018 juga banyak serahan satwa dilindungi lain dari masyarkat. Ada Beruang, Elang, Ular Phyton, Kakatua Jabul Kuning, Bekantan, Buaya, Owa-owa, Kucing Hutan. Trenggiling, Burung Hantu dan lain sebagainya. Semuanya saat ini sudah dilepasliarkan. Ada yang kita lepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting, dan ada yang dilepaskan di Suaka Marga Satwa Sungai Lamandau.”

Raden Ariyo Wicaksono

Data jumlah satwa yang diselamatkan dan diserahterimakan kepada BKSDA SKW II Pangkalan Bun, sepanjang Januari 2019./Foto: Tabel 1 Betahita.id

Raden Ariyo Wicaksono

Data jumlah satwa yang diselamatkan dan diserahterimakan kepada BKSDA SKW II Pangkalan Bun, sepanjang 2018./Foto: Tabel 2 Betahita.id

Raden Ariyo Wicaksono

Data jumlah satwa yang diselamatkan dan diserahterimakan kepada BKSDA SKW II Pangkalan Bun, sepanjang 2017./Foto: Tabel 3 Betahita.id