2 Kerbau di Agam Diserang, BKSDA Temukan Jejak Kaki Harimau

Penulis : Betahita.id

Biodiversitas

Jumat, 26 Juni 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Dua ekor kerbau milik warga di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terluka diduga akibat cakaran harimau sumatera. Kejadian ini segera dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Agam, Ade Putra, mengatakan pihaknya menerima laporan pada hari Selasa (23/06/2020) sekitar pukul 18.00 WIB dari wali nagari Sungai Pua.

“Dilaporkan bahwa ternak kerbau milik warga terluka diserang oleh satwa buas,” katanya, seperti dikutip Langgam.id, Kamis (25/6/2020).

Kemudian pada hari Rabu, (24/06/2020) tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) Agam mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 09:00 WIB. Tim melaksanakan wawancara dengan pemilik ternak dan saksi kejadian serta identifikasi lapangan.

Harimau sumatera koleksi Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. (Gembiralokazoo.com)

Dari hasil identifikasi diketahui benar bahwa telah terjadi serangan terhadap ternak kerbau sebanyak 2 ekor. Terdiri dari satu kerbau dewasa dan anak.

“Pada kerbau terdapat luka cakaran dan gigitan pada bagian kaki belakang dan pada bagian leher atau pundak,” katanya.

Kerbau dewasa tersebut milik warga bernama Con. Sementara kerbau yang kecil merupakan milik Ratini. Pemilik kerbau dewasa telah menjual kerbaunya kepada toke kerbau mengingat lukanya parah. Sementara kerbau kecil telah diobati oleh petugas kesehatan hewan.

Kemudian dari hasil identifikasi lapangan, ditemukan tanda-tanda keberadaan berupa jejak dengan ukuran 11 cm. Juga terdapat jejak yang masih sangat baru, diperkirakan baru 1 jam dilalui saat ditemukan.

Lokasi kejadian berada di areal penggunaan lain (APL) dan berjarak 2 kilometer dari cagar alam. Saat ini BKSDA berupaya melakukan penanganan dengan pemasangan camera trap sebanyak 3 unit. Kemudian juga dilakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian dan pemantauan selama tiga hari.

“Imbauan dan sosialisasi juga kita lakukan kepada penduduk sekitar lokasi kejadian untuk waspada dan berhati-hati serta mengamankan ternak peliharaannya,” katanya. 

LANGGAM.ID | TERAS.ID