Anies Sebut Reklamasi Ancol Atasi Banjir, Pakar Tata Kota: Keliru

Penulis : Betahita.id

Lingkungan

Senin, 13 Juli 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan bahwa reklamasi Ancol bisa mengurangi banjir di Ibu Kota, dinilai pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, tidak tepat.

"Untuk membebaskan warga dan kota Jakarta dari banjir yang harus dikerjakan adalah menata bantaran 13 kali dengan normalisasi atau naturalisasi," kata Nirwono melalui pesan singkatnya, Ahad, 12 Juli 2020.

Menurut dia, normalisasi sungai maupun naturalisasi juga bisa mengurangi sedimentasi sungai dan merelokasi warga yang ada di bantaran. Selain itu, untuk mengurangi banjir di DKI, perlu upaya serius dalam merevitalisasi 109 situ, danau hingga embung, yang juga berguna untuk mengurangi sedimentasi.

"Pemerintah juga perlu merehabilitasi saluran air kota termasuk menertibkan bangunan ilegal yang berdiri di atasnya," ucapnya terkait pernyataan Anies soal reklamasi Ancol tersebut.

Pantai Ancol, Jakarta Utara. (Taman Impian Jaya Ancol)

Selain itu, pemerintah juga perlu menambah luas ruang terbuka hijau agar penyerapan air semakij maksimal. "Ini yang tidak banyak dilakukan oleh gubernur DKI dalam mengendalikan banjir."

Menurut Nirwono, jika keempat kebijakan tersebut ditetapkan justru sedimentasi di badan air seperti sungai hingga waduk bakal berkurang dengan signifikan. Banyaknya sedimentasi justru menunjukkan banyaknya terjadu erosi di badan air. "Artinya menandakan kerusakan lingkungan."

Tugas gubernur saat ini adalah memperbaiki badan-badan air dengan empat langkah tersebut. Bukan berkelit menjadikan alasan reklamasi Ancol dapat mengurangi banjir di DKI, karena untuk menampung kerukan lumpur dari 13 sungai dan lima situ di DKI.

"Jika hal itu dilakukan justru proses reklamasi akan berhenti dengan sendirinya karena pasokan sedimentasinya akan berkurang atau hilang seiring dengan perbaikan lingkungan badan-badan air tersebut."

Kebijakan reklamasi Ancol dengan menampung sedimentasi kerukan sungai dan waduk, kata dia, justru akan memunculkan masalah lingkungan yang tetap memerlukan kajian tersendiri. Termasuk rencana penggalian terowongan Moda Raya Terpadu (MRT) fase dua. "Apakah sudah dilengkapi Amdalnya," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan reklamasi Ancol merupakan bagian dari program pengendalian banjir di Jakarta. Hal tersebut kata Anies, lantaran lahan reklamasi yang terbentuk di pantai Ancol berasal dari lumpur hasil pengurukan sungai dan waduk di Jakarta.

"Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," ujarnya dalam video di Youtube Pemprov DKI, Sabtu 11 Juli 2020.

TEMPO.CO | TERAS.ID