Melacak Perkembangan Vaksin Covid-19 (Bagian Kelima)

Penulis : Kennial Laia

Covid-19

Selasa, 28 Juli 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Para peneliti semakin dekat kepada penemuan vaksin melawan pandemi Covid-19. Saat ini beberapa lembaga dan atau perusahaan tengah menjalankan Tahap III pengembangan vaksin Covid-19.

Tahap III berarti vaksin sedang diujicobakan pada ribuan orang. Setelah itu, peneliti menunggu dan melihat berapa banyak orang yang divaksinasi masih terinfeksi virus corona dibandingkan dengan sukarelawan yang menerima perawatan lain seperti eksperimen lain seperti plasebo. Tahap III atau Efficacy Trials dapat menentukan apakah sebuah vaksin dapat melindungi tubuh dari virus corona. 

Baca juga: Melacak Perkembangan Vaksin Covid-19 (Bagian Pertama)
Melacak Perkembangan Vaksin Covid-19 (Bagian Kedua)
Melacak Perkembangan Vaksin Covid-19 (Bagian Ketiga)
Melacak Perkembangan Vaksin Covid-19 (Bagian Keempat)

Berikut empat perusahaan atau lembaga yang tengah menjalankan Tahap III untuk pengembangan vaksin Covid-19. 

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Reuters

Sinopharm

Sinopharm meluncurkan uji coba Tahap III pada Juli di Uni Emirat Arab. Hal itu dilakukan setelah peneliti menemukan bahwa vaksin dari virus yang tidak aktif itu aman dan merangsang respons imun. Terdapat 15.000 orang yang akan berpartisipasi dalam uji coba vaksin milik Badan usaha milik Pemerintah Cina tersebut. Salah satunya adalah Menteri Kesehatan Abu Dhabi Abdul Rahman Mohammed Al Oweis. Sinopharm juga mengatakan bahwa vaksin buatan mereka dapat digunakan publik pada akhir tahun 2020. 

Sinovac Biotech

Saat ini perusahaan swasta asal Cina ini sedang menguji vaksin dari virus yang tidak aktif yang dinamakan CoronaVac. Juni lalu, Sinovac Biotech mengumumkan bahwa uji coba Tahap I/II terhadap 743 sukarelawan tidak memperlihatkan efek samping berat dan memproduksi respons imun. Perusahaan itu lalu melanjutkan dengan Tahap III di Brazil pada Juli 2020.

Di Indonesia, Sinovak menggandeng BioFarma untuk mengadakan Uji Tahap III pada Agustus 2020. Perusahaan ini juga sedang membangun fasilitas dengan kapasitas produksi 100 juta dosis setiap tahunnya.

Murdoch Children's Research Institute

Saat ini Murdoch Children's Research Insitute di Australia sedang melakukan uji coba Tahap III. Vaksin yang digunakan adalah Bacillus Calmette-Guerin, yang dikembangkan pada awal 1900-an untuk perlindungan dari tuberkulosis. Saat ini institusi tersebut sedang melihat apakah vaksin ini dapat melindungi manusia dari virus corona.

AstraZeneca dan University of Oxford

Vaksin yang dikembangkan perusahaan Inggris-Swedia bernama AstraZeneca dan University of Oxford ini berbasis pada adenovirus simpanse bernama ChAdOxl. Hasil uji coba Tahap I/II pada pertengahan Juli 2020 di jurnal Lancet mengungkap, vaksin itu aman dan tanpa efek samping berat. Vaksin itu meningkatkan antibodi terhadap virus corona serta kekebalan tubuh. Saat ini vaksin berada di Tahap II/III di Inggris, serta Tahap III di Brazil dan Afrika Selatan. Menurut AstraZeneca, pihaknya dapat memproduksi vaksin darurat pad Oktober 2020. Jika vaksin buatannya disetujui, AstraZeneca mengatakan total kapasitas produksi untuk vaksin itu dapat mencapai dua miliar dosis.