Luas Karhutla 2022 Capai 202.617 Hektare

Penulis : Raden Ariyo Wicaksono

Karhutla

Sabtu, 07 Januari 2023

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID - Luas areal hutan dan lahan yang terbakar di Indonesia pada 2022 lalu mencapai angka 202.617 hektare. Data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu dihitung sejak Januari sampai dengan November 2022. Itu menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Luas karhutla ini dihitung berdasarkan analisis citra satelite landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil groundchek hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni.

Data KLHK menunjukkan, akumulasi luas areal terbakar di 2022 lebih rendah 43 persen atau setara 152.797 hektare dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 358.867 hektare.

"Sampai November 2022 kami sudah menghitung luas karhutla turun sebesar 43 persen dibanding tahun 2021," kata Laksmi Dhewanti, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2022 KLHK, Kamis (29/12/2022) lalu.

Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (2/1/2023) kemarin./Foto: Antara Foto/Ario Tanoto/wsj.

Tren luas karhutla di Indonesia sejak 2017 hingga November 2022 fluktuatif. Luas areal terbakar terbesar sejak 2017 terjadi pada 2019 yang mencatatkan angka sekitar 1.649.258 hektare.

Dilihat dari bulan kejadiannya, karhutla pada 2022 terbesar terjadi pada Agustus yang membakar sekitar 51.528 hektare, diikuti September seluas 49.071 hektare.

Berdasarkan wilayah kejadiannya, karhutla terluas terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur seluas sekitar 70.009 hektare. Posisi kedua terluas ditempati Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas karhutla mencapai 30.063 hektare.

Selain dua provinsi tersebut, Kalimantan Barat, Maluku dan Sumatera Barat juga mencatatkan angka luas karhutla yang besar. Masing-masing seluas 21.713 hektare, 14.817 hektare dan 9.626 hektare.

Menurut perhitungan KLHK, karbon dioksida yang terlepas akibat karhutla 2022 mencapai sekitar 23.239.720 Ton CO2e. Emisi CO2 ini dihitung dengan merujuk pada Factor Emisi 923,1 Ton CO2e/hektare.

Dilihat dari trennya, sejak 2017 lalu, emisi CO2 akibat karhutla 2022 terendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Emisi CO2 tertinggi sejak 2017 terjadi pada 2019 yang mencapai 624.163.985 Ton CO2e.