Selasa, 26 Januari 2021

Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Jumlah penderita Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1 juta orang. Dalam rilisnya, Satgas Covid-19, Selasa (26/1/2021), mengumumkan, jumlah terkonfirmasi terpapar virus korona mencapai 1.012.350.

Indonesia termasuk 17 negara dengan angka terkonfirmasi positif Covid-19 menembus 1 juta.  

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam mengatakan, terus meningkatkan angka positif corona akibat inkonsistensi pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam melawan Covid-19.

“Melihat sikap inkonsistensi kita semua. Serta berubah-ubahnya istilah dan peraturan membuat masyarakat semakin sulit memahami bagaimana arah pengendalian penanganan Covid-19 di negeri tercinta ini,” kata Ari dalam keterangan tertulis seperti dikutip Tempo, Senin malam, 25 Januari 2021.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (pikist.com)

Dia merujuk kepada istilah-istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ataupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat. Perpanjangan pemberlakuan pembatasan itu telah berulang kali dilakukan namun tanda-tanda berakhirnya pandemi belum dapat diprediksi.

Menurutnya, perlu evaluasi terhadap upaya pembatasan-pembatasan sosial saat ini karena faktanya jumlah kasus baru tetap tak tertahankan hingga bakal tembus satu juta hari ini. Jumlah kasus aktif juga disebutnya masih tinggi yakni di atas 150 ribu.

Kondisi ini membuat ketersediaan berbagai fasilitas kesehatan, seperti ruang isolasi dan ICU menjadi sangat terbatas, sebagian bahkan menyampaikan kapasitas ruangan sudah digunakan lebih dari 90 persen, kata dia.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu menjelaskan, pasien-pasien menunggu ruangan juga menumpuk di IGD, terutama di beberapa rumah sakit rujukan di kota-kota besar, seperti Jakarta. “Bahkan kita sudah juga mendengar ada pasien yang meninggal di IGD karena tidak sempat masuk ICU,” kata dia.