LIPUTAN KHUSUS:

Maria, Orangutan Sumatera Ini 5 Kali Keluar dari Habitatnya


Penulis : Betahita.id

BBKSDA Sumatera Utara melepasliarkan orangutan sumatera (Pongo abelii) bernama Maria, yang telah lima kali keluar dari habitatnya, ke Taman Nasional Gunung Leuser

Biodiversitas

Rabu, 08 Juli 2020

Editor :

BETAHITA.ID -  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan orangutan sumatera (Pongo abelii) bernama Maria ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di wilayah Sikundur Seipinang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli, dalam keterangan, Senin, 6 Juli 2020, menyebutkan lokasi pelepasliaran orangutan itu dicapai melalui jalur sungai menggunakan perahu motor dengan jarak tempuh sekitar lima jam dari Unit Patroli Gajah (UPG) Aras Napal.

Ia menyebutkan, orangutan itu dikembalikan ke habitatnya Sabtu, 4 Juli 2020, di sebuah lokasi yang lebih jauh dari sebelumnya dan wilayahnya dikelilingi sungai. "Diharapkan orangutan itu tidak keluar dari habitatnya atau kembali mendekati kebun masyarakat," ujarnya.

Hotmauli mengatakan, orangutan ini diselamatkan BBKSDA pada tanggal 18 Juni 2020 di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan orangutan Maria ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat. Kredit: ANTARA/HO-BBKSDA Sumatera Utara

Maria telah lima kali diselamatkan dari sekitar wilayah tersebut dan telah dipindah ke lokasi yang lebih aman di restorasi Halaban dan Cinta Raja TNGL Langkat.

Namun tetap saja dia ke luar habitat dan mendekati wilayah kebun masyarakat. Penyelamatan terakhir, orangutan itu didapati dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan instensif sehingga dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Sibolangit tanggal 18 Juni 2020.

Beberapa hari setelah dirawat di PKOS Sibolangit, kondisi kesehatannya stabil sehingga bisa segera dilepasliarkan kembali.

"Kegiatan pelepasliaran orangutan kali ini memperhatikan protokol kesehatan, bagi petugas harus bebas Covid-19 dan lainnya akan berada relatif jauh dari satwa yang akan dilepasliarkan," katanya.

TEMPO.CO| TERAS.ID