Rabu, 10 Juni 2026

            

Berita

Pameran Foto Satwa dan Puspa Langka di Bogor

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menyelenggarakan pameran foto puspa dan satwa langka,

Selasa, 10 November 2020
Owa jawa betina bernama Cuplis, salah seekor keluarga owa yang dilepasliarkan di Gunung Malabar, Kamis, 21 Februari 2019. (Dok. Tempo/ISTIMEWA)
Owa jawa betina bernama Cuplis, salah seekor keluarga owa yang dilepasliarkan di Gunung Malabar, Kamis, 21 Februari 2019. (Dok. Tempo/ISTIMEWA)

BETAHITA.ID - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menyelenggarakan pameran foto puspa dan satwa langka, di Graha Samida, Komplek Kebun Raya Bogor, Kota Bogor untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2020.

Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir mengatakan pameran foto itu merupakan gagasan bersama antara TNGHS dengan LSM lingkungan dan fotografer pencinta lingkungan untuk memperingati HCPSN 2020.

"Misinya adalah ingin mensosialisasikan cinta puspa dan satwa kepada masyarakat luas agar terus menjaga kepedulian dan kecintaannya terhadap puspa dan satwa yang habitatnya berada di lingkungan," kata Munawir, Sabtu, 7 November 2020.

Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain sejumlah komunitas fotografi dan organisasi seperti Yayasan IAR Indonesia, Yayasan Riza Marlon Indonesia, Bogor Nature and Wildlife Photography (BNWP), Kukangku, Gibbonesia, Yayasan KIARA serta Sahabat Halimun Salak (Sahala).

Munawir menjelaskan, dari 50 foto puspa dan satwa yang dipamerkan, ada beberapa satwa langka yang sudah sulit dijumpai, terutama katak merah (Leptophryne cruentata). "Katak merah ini dalam lima tahun terakhir sudah sulit dijumpai," kata dia.

Foto satwa langka lainnya yang dipamerkan adalah owa jawa (Hylobates moloch) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi). "Satwa-satwa langka itu masih ditemukan di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Artinya hutan di TNGHS masih terawat dengan baik," kata Munawir.

TEMPO.CO | TERAS.ID