LIPUTAN KHUSUS:

Kala Puluhan Pemimpin Dunia Bicara Perubahan Iklim


Penulis : Tim Betahita

Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan mengontrol konsumsi batu bara secara ketat dalam beberapa tahun mendatang.

Perubahan Iklim

Jumat, 23 April 2021

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID -  Bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia, puluhan pemimpin dunia bicara perubahan iklim dalam gelaran KTT Global yang diprakarsai Amerika Serikat, kemarin. Dalam pertemuan penting itu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan tujuan baru pemerintahannya dalam mengatasi perubahan iklim adalah untuk bisa mengurangi polusi gas rumah kaca di AS, sebesar 50-52% pada 2030 mendatang.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pujian atas pernyataan Biden. Boris yakin Biden dan AS akan menjadi “pengubah haluan dunia”. “Itu akan memiliki dampak transformatif dalam perang global melawan perubahan iklim,” katanya.

Menanggapi KTT tersebut, Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan mengontrol konsumsi batu bara secara ketat dalam beberapa tahun mendatang. Tiongkok juga akan mengurangi secara bertahap bahan bakar fosil selama periode 2026-2030. Xi juga menegaskan kembali janji China untuk memangkas emisi karbon sebelum 2030.

Setelah itu, giliran Perdana Menteri India, Narendra Modi, meskipun tidak menjanjikan sasaran baru, beliau mengumumkan kemitraan dengan Amerika Serikat untuk agenda energi bersih tahun 2030. “Itu dilakukan untuk membantu memobilisasi investasi, mendemonstrasikan teknologi bersih, dan memungkinkan kolaborasi hijau,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan pada KTT tersebut: “Kita membutuhkan planet hijau – tetapi dunia dalam keadaan siaga. Kita berada di ambang jurang. Kita harus memastikan langkah selanjutnya berada di arah yang benar. Pemimpin di mana pun harus mengambil tindakan.”

Ilustrasi perubahan iklim. (Sandy Indra Pratama| Betahita)

Dalam pertemuan itu bisa diambil kesimpulan bahwa negara-negara ekonomi maju yang menyumbang lebih dari setengah volume ekonomi dunia, akan berkomitmen untuk mempercepat pengurangan emisi yang diperlukan secara global untuk membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius.