LIPUTAN KHUSUS:

Kinerja Lingkungan dan Perubahan Iklim Indonesia Masih Rendah


Penulis : Kennial Laia

Analisis terbaru dari Environmental Performance Index menyebut Indonesia masih berada di peringkat rendah.

Lingkungan

Senin, 06 Juni 2022

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID -  Indonesia mendapatkan rapor merah terkait kinerja lingkungan dan perubahan iklim. Meskipun demikian, performa Indonesia terkait perubahan iklim, lingkungan, dan vitalitas ekosistem dinilai meningkat.

Hal itu terdapat dalam laporan terbaru Environmental Performance Index (EPI). Analisis tersebut menyediakan ringkasan mengenai kondisi keberlanjutan di seluruh dunia. Indonesia berada di peringkat 164 dari total 180 negara yang dinilai.

Meski berada pada zona merah, posisi Indonesia naik sebanyak 9 nomor. Nilai Indonesia juga berada di bawah rata-rata seluruh negara yang dinilai. Namun, skornya naik lebih banyak dibandingkan rata-rata semua negara.

Indonesia meningkat sebesar 4,1 dari data yang dilaporkan sebelumnya, ini membawa Indonesia ke skor 28,2. 

Aksi masyarakat lokal bersama aktivis lingkungan menolak pembangunan PLTU Celukan Bawang di Celukan Bawang, Bali, pada 2015. Foto: Greenpeace

Sementara itu negara tetangga seperti Malaysia bertengger di peringkat 130 dan Singapura 44.

Negara anggota ASEAN lainnya juga mendapatkan peringkat lebih baik. Di antaranya Brunei Darussalam (71), Laos (149), dan Kamboja (154).

Kinerja terburuk diperoleh India (180), Myanmar (179), dan Vietnam (178).

EPI menggunakan 40 indikator kinerja di 11 kategori isu, dan memeringkat 180 negara dalam kinerja perubahan iklim, kesehatan lingkungan, dan vitalitas ekosistem. Indikator ini memberikan ukuran pada skala nasional tentang seberapa dekat negara dengan target kebijakan lingkungan yang ditetapkan. 

Peringkat EPI secara keseluruhan menunjukkan mana yang paling baik dalam mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi setiap negara,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu indeks terbaik didominasi oleh negara-negara di global barat, termasuk Inggris Raya, Islandia, Swedia, dan Malta. Menurut laporan tersebut negara dengan tingkat kemakmuran lebih tinggi lebih cenderung mampu mengimplementasikan kebijakan lingkungan dan energi bersih dengan lebih baik. 

Negara-negara dengan skor tinggi memiliki investasi jangka panjang dan berkelanjutan dalam kebijakan yang melindungi kesehatan lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati dan habitat, melestarikan sumber daya alam, dan memisahkan emisi gas rumah kaca dari pertumbuhan ekonomi.

Denmark berada di puncak peringkat 2022 — pencapaian yang berakar pada kinerja yang kuat di hampir semua masalah yang dilacak oleh EPI, dengan kepemimpinan yang menonjol dalam upaya mempromosikan masa depan energi bersih dan pertanian berkelanjutan. Inggris dan Finlandia menempati posisi ke-2 dan ke-3. Keduanya mendapatkan skor tinggi untuk memangkas emisi gas rumah kaca dalam beberapa tahun terakhir.