LIPUTAN KHUSUS:

Kpopers Jadi Abah Pohon di Hutan Harapan Jambi


Penulis : Gilang Helindro

Berharap langkah kecil yang berdampak besar terhadap Hutan dan Lingkungan pada hari mendatang

Lingkungan

Selasa, 13 Februari 2024

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Lahan seluas satu hektare telah disiapkan pengelola Hutan Harapan dengan lubang dan bibit pohon kayu. Di bawah gerimis hujan, perwakilan penggemar musik pop Korea Selatan, yang biasa disebut Fans K-Pop tetap antusias mengikuti kampanye penanaman pohon kembali bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Harapan, Jambi. 

Ricky, perwakilan salah satu fans SANATEAMID & TWICE INA Project yang turut melakukan adopsi pohon di Hutan Harapan tampak cekatan mengais tanah dan menanam bibit yang telah disiapkan.

"Kegiatan ini mungkin langkah kecil yang berdampak besar untuk hutan dan lingkungan pada hari mendatang," kata Ricky sambil merapikan bibit yang ditanam.

Ricky mendapat bibit pohon mendang. Pohon ini nantinya bisa mencapai 35 meter, panjang batang bebas cabang 10-25 meter, diameter sampai 90 cm. Batang pohon Medang pada umumnya berdiri tegak, berbentuk silindris, kulit luar berwarna kelabu, hingga coklat kemerahan sampai merah tua, kadang beralur dangkal atau mengelupas kecil-kecil. 

14 perwakilan fandom K-Pop melakukan kampanye penanaman pohon di area terdampak karhutla 2023 di Hutan Harapan, Jambi. Foto: Gilang/Betahita

Pohon ini biasanya tumbuh pada daratan kering, di daerah yang banyak hujan pada ketinggian 100-1200 meter di atas permukaan laut. Kayu Medang termasuk kelas awet II-IV dan kelas kuat II dengan penyebaran di Thailand, Malaysia, Sumatera, Jawa, Borneo, Filipina, Sulawesi, dan Papua.

Program ini merupakan Gerakan Adopsi Hutan, yang digelar dari 8-9 Februari 2024, bersama news aggregator Too Much Information (TMI) Hari Ini, lembaga Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi), dan pengelola Hutan Harapan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT Reki).

Hutan Harapan berada di perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi, di bawah tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang memberi izin pengelolaannya ke PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) sejak tahun 2005.

Asta, perwakilan dari konten kreator di platform X yang menjadi salah satu peserta dalam kegiatan ini berharap kegiatan menanam kembali lahan bekas kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 dan 2023 ini bisa hijau kembali. 

Kolaborasi ini, kata Asta, membuka kesadaran anak muda lainnya untuk peduli lingkungan, dari kampanye ini, para penggemar K-pop lainnya lebih peduli terhadap lingkungan.

“Dengan aksi menanam pohon juga ke depan banyak anak muda yang memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan sekitar dan terus berdonasi untuk hutan melalui adopsi pohon,” ungkap Asta, Jum'at, 9 Februari 2024.

Bintang Sangaji, Pemimpin Redaksi TMI Hari Ini menyebut, kampanye penanaman pohon kembali adalah bagian dari gerakan adopsi hutan dalam mengajak keterlibatan penggemar K-pop di Indonesia. Awalnya gerakan adopsi ini, kata Bintang, dimulai dengan platform Kita Bisa, dan melalui akun sosial media X Bintang merangkul fandom KPOPers dan masyarakat untuk ikut mengadopsi pohon di Hutan Harapan.

Bintang bilang, dengan mengusung konsep adopsi, para penggemar K-pop lebih merasa dekat dan memiliki pohon yang telah ditanam. “Ada sekitar 150 bibit pohon akan ditanam pada hari ini,” ungkap Bintang. 

Gerakan adopsi hutan ini dimulai dengan penggalangan dana sejak November 2023 lalu, kata Bintang. Terkumpul dana sebesar Rp 41,9 juta dari 25 komunitas penggemar K-pop selama sebulan.

“Setelah menggalang dana, para perwakilan komunitas K-pop diajak menanam pohon agar lebih memiliki keterikatan dan mengkampanyekan gerakan tersebut. Kemudian, hasil donasi ini diserahkan kepada pengelola Hutan Harapan,” kata Bintang. 

14 penggemar K-Pop visit Hutan Harapan, bertemu perwakilan masyarakat Suku Batin Sembilan, Jambi. Foto: Gilang/Betahita.

Fajar Susilo, Kepada Departemen Human Capital Corporate Services PT Reki selaku perusahaan pengelola Hutan Harapan, menyambut baik inisiasi gerakan adopsi hutan dan kampanye penanaman kembali kawasan hutan terdampak karhutla tersebut. 

Fajar menjelaskan, hutan harapan merupakan hutan dataran rendah dengan luas 98.555 hektare. Hutan harapan kini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perambah liar hingga kebakaran hutan.

“Hutan Harapan mengalami kebakaran cukup luas pada 2019 hingga 2023, sehingga membutuhkan upaya restorasi yang cepat. Sebagai salah satu hutan dataran rendah yang tersisa di Pulau Sumatera, Hutan Harapan merupakan rumah bagi empat satwa kunci yang terancam punah yaitu harimau, gajah, tapir, dan burung rangkong,” ungkap Fajar.

Tak hanya menanam, perwakilan komunitas K-pop juga bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan masyarakat adat Suku Batin Sembilan dan mantan perambah yang beralih menjadi penjaga hutan mitra dan pendampingan PT Reki sebagai pengelola Hutan Harapan.