1% Orang Terkaya Dunia Telah Memakai Porsi Emisinya Tahun Ini
Penulis : Kennial Laia
Krisis Iklim
Rabu, 14 Januari 2026
Editor : Yosep Suprayogi
BETAHITA.ID - Kelompok 1% orang terkaya di dunia telah menghabiskan sebagian besar emisi karbon mereka hanya dalam 10 hari memasuki tahun 2026, berdasarkan analisis dari Oxfam. Sementara itu, 0,1% kelompok orang terkaya hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menggunakan anggaran karbon tahunan mereka.
Badan amal tersebut mengatakan dampak terburuk dari emisi ini akan dihadapi oleh mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap krisis iklim. Ini termasuk masyarakat di negara-negara berpenghasilan rendah yang berada di garis depan kerusakan iklim, kelompok masyarakat adat, perempuan, dan anak perempuan.
Negara-negara berpendapatan rendah dan menengah adalah kelompok yang paling berisiko terkena dampak buruk emisi ini, dengan potensi kerugian ekonomi global mencapai £44 triliun atau lebih dari Rp999 kuadriliun pada 2050.
Oxfam telah meminta kanselir Inggris untuk menaikkan pajak atas kekayaan ekstrem yang menyebabkan polusi iklim. “Individu dan perusahaan terkaya memiliki kekuasaan dan pengaruh yang tidak proporsional.”
Menurut Oxfam, 1% penduduk terkaya di Inggris menghasilkan lebih banyak polusi karbon dalam delapan hari dibandingkan 50% penduduk termiskin dalam setahun.
Kelompok super kaya tidak hanya bertanggung jawab atas sebagian besar emisi karbon, namun mereka juga berinvestasi di industri yang paling berpolusi. Seorang miliarder rata-rata memiliki portofolio investasi di perusahaan-perusahaan yang akan menghasilkan 1,9 juta ton CO2 per tahun – kira-kira setara dengan emisi tahunan 400.000 mobil berbahan bakar bensin.
Untuk tetap berada dalam batas pemanasan global yang disepakati, yaitu tidak lebih dari 1,5C di atas tingkat pra-industri yang ditetapkan dalam perjanjian Paris pada 2015, 1% populasi terkaya di dunia harus mengurangi emisi mereka sebesar 97% pada 2030.
Penasihat keadilan iklim di Oxfam Inggris Raya Beth John mengatakan, pemerintah Inggris harus fokus pada pencemar terkaya untuk membatasi kerusakan yang disebabkan oleh emisi.
“Peluang berulang kali untuk membuat kelompok terkaya membayar bagian mereka secara adil untuk aksi iklim telah terlewatkan di Inggris, namun masih banyak yang bisa dilakukan,” kata John.
“Memungut pajak yang adil terhadap para pencemar terbesar, seperti jet pribadi dan perusahaan minyak dan gas, adalah langkah yang tepat untuk mulai mengumpulkan dana yang diperlukan untuk melakukan transisi menuju masa depan yang lebih adil dan ramah lingkungan,” ujarnya.


Share

