5 Owa Jawa Dilepasliarkan di Gunung Malabar

Penulis : Redaksi Betahita

Lingkungan

Sabtu, 23 Februari 2019

Editor : Redaksi Betahita

Betahita.id – Lima ekor dari dua keluarga owa jawa (Hylobates moloch) dilepasliarkan di Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka sebelumnya direhabilitasi di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Baca juga: Owa Jawa Asal Inggris Dilepas di Gunung Tilu

Sebelum dilepaskan ke alam liar, keluarga owa itu menjalani proses adaptasi habitat atau habituasi selama tiga bulan di Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar.

Pelepasan itu dilakukan Kamis, 21 Februari 2019. Dua keluarga owa itu terdiri dari pasangan Jowi-Cuplis dan anaknya Maral yang lahir di pusat rehabilitasi, serta pasangan Mimis-Cika. “Pelepasan berjalan lancar,” kata Anton Ario, Senior Manager Terrestrial Program, Conservation International Indonesia yang dihubungi Kamis, 21 Februari 2019.

Owa jawa betina bernama Cuplis, salah seekor keluarga owa yang dilepasliarkan di Gunung Malabar, Kamis, 21 Februari 2019. (Dok. Tempo/ISTIMEWA)

Inisiatif pelepasliaran ini merupakan implementasi kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang didukung Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Perum Perhutani, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project dan Pertamina EP Subang asset 3 Subang Field.

Pelepasliaran ini adalah yang keenam kalinya setelah 19 individu  diliarkan sejak 2013. Upaya pengembalian owa jawa ke habitatnya, kata Anton, bukanlah perkara mudah. Karena itu kemitraan dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyelamatkan primata ini dari kepunahan.

Simak juga: Tini Kasmawati, Tuna Netra Penjaga Owa Jawa Hutan Lengkong

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto lewat siaran pers mengatakan owa jawa merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas yang menjadi target sasaran strategis untuk ditingkatkan
populasinya. Program rehabilitasi owa jawa di Javan Gibbon Center merupakan kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk mempersiapkan owa jawa yang pernah dipelihara masyarakat kembali ke alam liar.

Kepala Divisi Perhutani Regional Jawa Barat dan Banten Ahmad Ibrahim, mengatakan beberapa kawasan hutan lindung Perhutani merupakan habitat owa jawa di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. “Perhutani berkomitmen untuk melestarikan owa jawa sekaligus mempertahankan habitatnya,” kata dia.

Owa jawa memiliki peran penting dalam merestorasi hutan secara alami dengan menyebarkan benih. Konservasi hutan dan satwa seperti owa di antaranya pelestarian dari ancaman kepunahan di habitat alaminya. “Akibat perburuan, perdagangan serta kehilangan habitat melalui pelepasliaran,” kata Anton.

TEMPO.CO | TERAS.ID