Kehati Award 2020 Penghargaan Pejuang Lingkungan di Indonesia

Penulis : Redaksi Betahita

Konservasi

Jumat, 17 Januari 2020

Editor : Redaksi Betahita

Betahita.id – Awal tahun 2020 Yayasan Kehati gelar Kehati Award. Dalam penghargaan ini diharapkan membidik inspirator yang konsisten menawarkan solusi untuk perkembangan lingkungan hidup di masa depan. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama.

Baca juga: Rangkong Gading dan Arwana Super Red, Satwa Karismatik Kalbar Terancam Punah

Emil Salim, Pembina Yayasan Kehati mengatakan, Kehati Award merupakan ajang penghormatan dan promosi individu, kelompok, dan instansi yang telah berjasa di bidang lingkungan hidup dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Di tengah kerusakan yang banyak terjadi, mereka secara gigih terus berjuang agar Indonesia tetap lestari, dan kekayaan alam yang ada dapat terus dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” katanya di On Three, Jakarta Selatan, Kamis 16 Januari 2020.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, Riki Frindos Indonesia adalah negara dengan tingkat kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, tingkat kehilangannya pun tidak kalah tinggi. Sebesar 23% lahan hutan indonesia telah berkurang sejak tahun 1990.

Menurut Riki, upaya pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya hayati yang berkelanjutan di Indonesia masih belum mendapat porsi utama, baik dalam kerangka kebijakan politik, pengembangan ekonomi nasional, hingga sistem pendidikan dan kesadartahuan masyarakat Indonesia.

KEHATI Award merupakan bentuk apresiasi kepada para masyarakat yang telah berpartisipasi untuk mengurangi kerusakan alam. Penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya keanekaragaman hayati, pelestarian dan pemanfaatannya secara bijak dan berkelanjutan, serta pembagian manfaatnya yang berlandaskan keadilan.

“Diharapkan KEHATI Award dapat menumbuhkan dan mendorong minat seluruh komponen bangsa Indonesia untuk lebih mempedulikan, mencintai dan mengambil peran dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati,” ungkapnya.

Penghargaan ini juga sejalan dengan mandat United Nations Decade on Biodiversity (Dekade untuk Keanekaragaman Hayati yang diluncurkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa) yang menghendaki agar kesadaran pentingnya keanekaragaman hayati menjadi perhatian utama seluruh komponen bangsa.

Kemudian, UN Decade mendeklarasikan periode 2011-2020 sebagai masa untuk menempatkan keanekaragaman hayati sebagai isu utama dalam setiap dimensi bernegara dan memastikan terlaksananya tiga tujuan utama Konvensi Keanekaragaman Hayati.

Tiga tujuan utama tersebut adalah konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan, serta akses dan pembagian keuntungan yang seimbang dari sumberdaya hayati.

KEHATI Award memiliki 6 kategori yang menyasar kepada individu, kelompok, atau institusi, antara lain:
Prakarsa Kehati, perseorangan atau kelompok/organisasi dari komunitas masyarakat lokal, seperti masyarakat adat, rukun warga desa, Karang Taruna, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Organisasi non-pemerintah (Ornop) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta kelompok lain yang berbasis masyarakat lokal.

Pamong Kehati, perseorangan atau unit/bagian dari suatu lembaga kedinasan, badan pelayanan publik atau instansi pemerintahan/lembaga negara di tingkat pusat ataupun di daerah (provinsi, kabupaten, kota, kecamatan atau desa).

Inovasi Kehati, perseorangan atau kelompok/unit usaha dari sektor usaha kecil, usaha menengah, koperasi dan start-up

Cipta Kehati, perseorangan atau kelompok/institusi dari dunia ilmu pengetahuan dan teknologi atau masyarakat ilmiah, baik insan akademik (perguruan tinggi, institut pendidikan, sekolah) maupun para peneliti dari lembaga penelitian dan pengembangan.

Citra Kehati, perseorangan atau kelompok/organisasi dari kalangan media dan komunikasi massa (termasuk jurnalis media cetak dan elektronik) serta pekerja seni dan budaya.

Tunas Kehati, perseorangan atau kelompok remaja nusantara, mahasiswa agar menjadi tunasharapan berikutnya dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia di masa yang akan datang.

KEHATI Award Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan (menurut Laporan Brundtland dari PBB, 1987). Pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan merusak lingkungan.

Dalam merancang strategi untuk memperbaiki keadaan ini, diperlukan kesinergian antara pemerintah, para pengusaha, dan seluruh rakyat Indonesia melalui peningkatan investasi hijau yang bertumpu pada pelestarian keanekaragaman hayati. Perkembangan investasi hijau yang telah menjadi standar di negara maju dapat menjadi referensi bagi kalangan investor di Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia harus berpegang teguh kepada Proses penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan/IBSAP) yang menghasilkan visi pengelolaan kehati Indonesia, yaitu: “Terpeliharanya kehati milik Indonesia, serta terwujudnya pengembangan kehati dalam menyumbang daya saing bangsa dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi mendatang”.

Dalam merancang strategi untuk memperbaiki keadaan ini, diperlukan kesinergian antara pemerintah, para pengusaha, dan seluruh rakyat Indonesia termasuk organisasi lingkungan melalui peningkatan investasi hijau yang bertumpu pada pelestarian keanekaragaman hayati. Perkembangan investasi hijau yang telah menjadi standar di negara maju dapat menjadi referensi bagi kalangan investor di Indonesia.

“KEHATI Award juga bertujuan mengindentifikasi para pelaku usaha yang melakukan praktik berkelanjutan sehingga dapat terhubung dengan beberapa lembaga seperti perbankan, dan pelaku usaha lain. Pada akhirnya kami berharap terciptanya pengembangan usaha, dan apa yang menjadi misi KEHATI yaitu memperluas gerakan ekonomi dan budaya lokal berbasis pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di tingkat lokal, nasional dan internasional dapat tercapai,” kata Riki.