Pembantaian Koala di Kebun Karet Australia

Penulis : Redaksi Betahita

Biodiversitas

Selasa, 04 Februari 2020

Editor : Redaksi Betahita

Betahita.id – Puluhan koala mati akibat penebangan masif di sebuah perkebunan karet di Victoria, Australia. Investigator yang menemukan fakta itu menyebutnya sebagai “pembantaian koala”.

Kate Gavens, kepala Conservation Regulator negara bagian Victoria, mengatakan pihaknya menemukan 40 ekor koala mati sejak tiba di lokasi pada 31 Januari 2020. Namun, angka itu berpotensi naik seiring bertambahnya radius investigasi di perkebunan karet tersebut.

“Ada sekitar 10 kilometer yang harus kami lalui di perkebunan karet itu,” katanya, Senin, 3 Februari 2020, dikutip Guardian Australia. “Tim investigasi kami akan menyelidiki bagaimana insiden ini terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca Juga: KLHK Tetapkan Tersangka Kasus Perdagangan Orangutan di Sumatera Utara

Koala yang mati di Australia. (Facebooki/Helen Oakley)

Hingga saat ini lembaga konservasi itu telah menangani 80 ekor koala. Kondisi medis hewan tersebut berbeda-beda, mulai dari yang kelaparan hingga patah tulang. Dari total koala yang diselamatkan itu, sebanyak 30 ekor menerima eutanasia.

Sementara itu di lapangan, ada tubuh koala yang hancur dan bangkainya ditumpuk di sekitar lokasi penebangan. 

Insiden pembantaian itu dilaporkan Helen Oakley. Warga Portland yang sedang melewati bekas penebangan pohon karet itu, merekam dan mengunggah video melalui Facebook. “Lihatlah kehancuran yang mereka perbuat. Di sini ada koala yang mati… dan ada ibu koala yang terbunuh bersama bayi mereka. Australia harusnya malu karena ini,” tulis Koala dalam unggahan itu.

Lily D’Ambrosio, Menteri Lingkungan Victoria, mengatakan bahwa kejadian tersebut sangat “mengerikan” yang berdampak pada populasi koala di wilayah Portland. D’Ambrosia menegaskan bahwa pemerintah akan berusaha menangkap pelaku pembantaian hewan itu.

Baca Juga: Panda Merah Melahirkan di Taman Safari

“Setiap warga Victoria berhak untuk marah; tidak hanya sedih dan terkejut. Saya sangat marah,” katanya, Senin, 3 Februari 2020.

Koala (Phascolarctos cinereus) adalah hewan marsupial herbivora dan endemik Australia. Koala satu-satunya spesies yang tersisa dari famili Phascolarctidae.