Dampak Lockdown Corona, Puncak Himalaya Terlihat dari India

Penulis :

Lingkungan

Senin, 13 April 2020

Editor :

BETAHITA.ID -  Isolasi wilayah atau lockdown di India akibat wabah corona menyebabkan jalanan kini lengang. Hanya aparat yang bersliweran menjaga jalanan. Sepinya lalu lintas membuat polusi berkurang drastis.

Imbasnya, warga India bisa melihat puncak Himalaya dari jarak 200 km untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, di distrik Jalandhar Punjab di India. Himalaya pun jadi trending topic di media sosial. Warga mengomentarinya dengan kata-kata, "memukau, luar biasa, besar, mengejutkan, tidak pernah terjadi sebelumnya, fenomena langka."

Sant Balbir Singh Seechewal mengatakan dia belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, SBS Hindi melaporkan, dikutip Rabu, 8 April 2020.

Dewan Polusi Pusat India mengatakan ada 'peningkatan kualitas udara yang signifikan'. “Kami bisa melihat gunung yang tertutup salju dengan jelas dari atap (rumah) kami. Dan bukan hanya itu, bintang terlihat di malam hari. Saya belum pernah melihat yang seperti ini belakangan ini,” kata Seechewal, yang telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencemaran lingkungan selama lebih dari 30 tahun.

Gunung Himalaya terlihat dari jarak 200km di India untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada 4 April 2020, bersamaan dengan lockdown di India yang menurunkan tingkat polusi udara. (ANTARA/Twitter/@khawajaks)

Mantan pemain kriket India Harbhajan Singh mengatakan, itu adalah pengalaman yang tidak pernah ada sebelumnya. “Sebuah indikasi yang jelas tentang dampak pencemaran yang telah kami lakukan terhadap ibu bumi,” kata Singh memposting di Twitter.

India, negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang, telah memberlakukan lockdown karena pandemik wabah virus corona sejak 22 Maret, “Bukan hanya lalu lintas normal yang 'pergi' dari jalan, tetapi sebagian besar industri juga ditutup. Ini telah membantu membawa tingkat polusi ke tingkat yang luar biasa rendah,” kata Seechewal.

Dewan Polusi Pusat India mengatakan jam malam nasional pada 22 Maret, dan penutupan wilayah sejak 22 Maret, telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas udara di negara itu.

Di Delhi saja, secara keseluruhan, ada pengurangan hingga 44 persen pada PM10, pada tanggal 22-23 Maret 2020 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Menurut India Today, Data Intelligence Unit (DIU) dari 16-27 Maret menunjukkan indeks kualitas udara meningkat 33 persen rata-rata di negara ini.

“Data menunjukkan bahwa rata-rata, kota-kota di India memiliki AQI 115 antara 16 dan 24 Maret. Kualitas udara mulai menunjukkan peningkatan dari hari pertama lockdwon tanggal 21. Rata-rata AQI turun menjadi 75 dalam tiga hari pertama lockdown,” tulis laporan itu.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan batas aman untuk kualitas udara adalah menjaga partikel PM2.5 di bawah 20mg/m3. Angka resmi menunjukkan lockdown sejauh ini membantu menjaga penyebaran virus korona tetap terkendali.

Menurut angka terbaru dari kementerian kesehatan India, jumlah total kasus Covid-19 di negara ini telah melewati angka 4.000 dengan lebih dari 100 orang meninggal sejauh ini.

Tidak hanya di India, di sebagian besar wilayah lain, termasuk Amerika Serikat dan Eropa juga melaporkan kualitas udara yang membaik selama imbauan tinggal di rumah karena Covid-19. 

TEMPO.CO | TERAS.ID