Peringati Hari Bumi, Paus: Alam Tak Akan Mengampuni Kita

Penulis : Betahita.id

Sosok

Kamis, 23 April 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Paus Fransiskus merayakan Hari Bumi dengan kembali mengingatkan soal perilaku manusia terhadap alam dan virus Corona sebagai dampaknya. Menurut Paus, pandemi yang terjadi saat ini dan bagaimana efeknya membuat alam kembali segar adalah peringatan bahwa perhatian lebih harus diberikan kepada kondisi alam.



"Saya mengapresiasi langkah-langkah aktivis lingkungan hidup. Penting bagi mereka yang muda untuk turun ke jalan dan mengajari kita semua bahwa tidak akan ada masa depan apabila kita tidak memperlakukan alam dengan baik," ujar Paus di Vatikan sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 22 April 2020.

Paus, yang berasal dari Argentina itu, mempertegas pesannya dengan mengutip peribahasa Spanyol. Ia mengatakan, Tuhan selalu mengampuni manusia, manusia terkadang mengampuni sesamanya, namun alam tidak pernah mengampuni. Dengan kata lain, jika kita memperlakukan alam dengan buruk, maka alam akan membalasnya dengan cara yang buruk pula. Pandemi virus Corona, sebagaimana dikatakan Paus, adalah salah satunya.

Paus bahkan mengatakan, jika dirinya bertanya kepada Tuhan kenapa terjadi banyak sekali bencana tahun ini, ia yakin Tuhan tidak akan memberikan jawaban yang mengenakkan. Sebab, katanya, manusia telah merusak hasil karya Tuhan yaitu alam dan bumi.

"Bumi bukanlah sumber daya yang tidak terbatas. Bumi ada batasnya dan kita telah berbuat dosa terhadapnya. Pada ujungnya, kita juga telah melawan sang Pencipta," ujar Paus seperti diberitakan Reuers.

Hingga berita ini ditulis, pandemi virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda akan menghilang. Beberapa negara masih berjuang melawan banyaknya kasus dan riset vaksin pun belum mendekati kata usai. Walau begitu, beberapa negara sudah mulai membuka lockdown virus Corona secara bertahap karena masa puncak yang sudah lewat.

Mengacu pada data WHO, total kasus virus Corona (COVID-19) di dunia sudah mencapai 2.566.861 kasus. Sementara itu, untuk korban meninggal, ada 177.802 yang kemudian diikuti dengan pasien sembuh sebanyak 697.107 orang.

TEMPO.CO | TERAS.ID

Tampak dari atas kondisi pembukaan hutan untuk lahan sawit/Foto: Dok. Save Our Borneo