Buaya Muda Penuh Luka Dikembalikan ke Habitatnya di Pulau Buru

Penulis : Betahita.id

Biodiversitas

Senin, 27 April 2020

Editor :

BETAHITA.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (BKSDA) melepas seekor buaya jantan muda di muara sungai yang berada di sekitar kawasan konservasi Suaka Alam Masbait, Pulau Buru, Maluku.

Sebelumnya, buaya tersebut muncul di sekitar permukiman warga Desa Ubung, Namlea, Buru pada Senin 20 April 2020. Petugas Babinsa Koramil Namlea, apara tdesa Ubung dan beberapa wargal menangkap dan mengamankan buaya muara (Crocodylus porosus) itu.

Petugas BKSDA Maluku, Seto menjelaskan kemunculan buaya di sekitar permukiman sudah sering dilihat warga. Hal itu jelas cukup meresahkan mereka. “Karena sudah sering dilihat akhirnya mereka tangkap dan selamatkan buaya itu pakai jebakan pancing umpan hidup,” kata Seto kepada Terasmaluku.com, Sabtu (25/4/2020) berdasarkan rilis yang diterbitkan BKSDA Maluku.

Menurut Seto, dari hasil pemeriksaan, terdapat bekas luka gigitan di sekitar badan buaya jantan itu. Kemungkinan besar buaya sepanjang 110 cm itu berasal dari muara sungai di wilayah Jikumerasa. Wilayah tersebut memang merupakan salah satu habitat asli buaya di Pulau Buru. Dugaan sementara keluarnya buaya dari habitat akibat ada persaingan wilayah antar sesama spesies.

“Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa aparat terkait dan tokoh masyarakat sekitar, akhirnya diputuskan bahwa buaya yang tertangkap tersebut akan diserahkan ke kami untuk dilepasliarkan,” kata Seto.

Buaya muda yang ditemukan penuh luka di Pulau Buru, 25 April 2020. (BKSDA Maluku/Terasmaluku.com)

Buaya itu lantas dilepas kembali di alam keesokan harinya pada Selasa 21 April 2020. Lokasi pelepasan yaitu di sekitar kawasan konservasi Masbait dekat Desa Masarete yang berjarak cukup jauh dari permukiman penduduk. 

TERASMALUKU.COM | TERAS.ID