Virus Corona Diduga Ditularkan Ikan Salmon di Beijing

Penulis : Betahita.id

Lingkungan

Senin, 15 Juni 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Beijing dengan cepat menutup pasar grosir terbesar di kota itu setelah puluhan orang terinfeksi virus corona Covid-19. Menurut laporan, para pejabat setempat telah menyatakan dan menerapkan manajemen karantina wilayah di satu distrik tersebut.

Dari 500 orang yang dites pada hari Jumat, 12 Juni 2020, tujuh dites positif dan menunjukkan gejala Covid-19, ditambah 46 orang tanpa gejala yang dinyatakan positif. Kasus-kasus tersebut menandai penularan penyakit lokal pertama di ibu kota Cina itu dalam 55 hari terakhir, demikian dikutip laman Fox News, Minggu, 14 Juni 2020.

Pasien pertama atau yang disebut Zero dalam wabah baru itu diyakini telah mengunjungi pasar Xinfadi di distrik Fengtai, pasar yang menyumbang sekitar 90 persen dari produk di kota itu. Jejak penyakit itu ditemukan di talenan, yang memaksa kota itu untuk menghilangkan ikan--terutama salmon--dari menu restoran dan rak super market.

Pang Xinghuo, Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing, membenarkan bahwa semua kasus baru terkait dengan pasar Xinfadi. Sementara, Komisi Kesehatan Beijing telah mengatakan bahwa setidaknya tiga dari pasien simptomatik adalah karyawan di pasar, demikian dilaporkan The New York Times.

Sebelas lingkungan di sekitar pasar itu juga telah mengeluarkan kebijakan untuk masyarakatnya agar tinggal di rumah, dan didesak untuk menghindari bepergian ke dalam atau luar Beijing. Acara olahraga dan perjalanan kelompok wisata ke Beijing telah ditangguhkan, dan kelas telah dibatalkan untuk siswa di taman kanak-kanak serta sekolah dasar.

Para pejabat mengatakan bahwa lebih dari 10.000 orang yang bekerja di pasar akan diuji, dan pasar itu sendiri akan didisinfeksi. Semua pasien yang dites positif akan dikarantina dan tetap dalam pengamatan pejabat terkait. Sementara, lebih dari 1.900 pekerja di pasar di seluruh kota telah diuji, menurut komisi kesehatan setempat.

Feng Zhanchun, seorang ahli kesehatan masyarakat, mengatakan hubungan antara jumlah kasus positif berarti virus ini menyebar di masyarakat. "Jika tidak dapat dikendalikan sekarang, virus akan menyerang banyak orang dalam waktu singkat karena kepadatan penduduk yang tinggi di kota-kota," tutur Feng, seperti dikutip South China Morning Post.

FOX NEWS | THE NEW YORK TIMES | SOUTH CHINA MORNING POST | TEMPO.CO | TERAS.ID

Petugas Badan Obat dan Makanan Cina memeriksa ikan salmon di sebuah toko di Beijing, Sabtu, 13 Juni 2020. (Foto: Li Hao/Globaltimes.cn)