Lockdown Corona, Perilaku Satwa Koleksi Gembira Loka Berubah

Penulis : Betahita.id

Konservasi

Selasa, 16 Juni 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Pengelola kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta menemukan adanya perubahan perilaku satwa akibat lama tidak berinteraksi dengan pengunjung selama taman konservasi itu ditutup akibat wabah corona. 

Perubahan perilaku itu ditemukan seperti pada harimau, gajah, lutung, juga pada sejumlah koleksi burung yang ada di wahana Presentasi Edukasi Satwa (PES) Aves maupun wahana PES Mamalia.
 
“Setelah lama tutup tidak berinteraksi dengan pengunjung, kadang burung-burung di PES Aves ini tampak seperti terkejut dan takut dengan orang," ujar Doni Feriyanto, perawat burung di wahana PES Aves Gembira Loka, Jumat, 12 Juni 2020.
      
Selain burung, harimau Sumatra di Gembira Loka saat sepi pengunjung ini juga lebih kerap menunjukkan eksistensi seperti di habitat aslinya. Sedangkan lutung Jawa yang biasanya tampak enerjik, kini lebih banyak memperhatikan dan mengawasi saat ada orang melintas di dekat kandangnya. 
 
Doni menuturkan untuk membantu para satwa yang sejak akhir Maret 2020 tidak dikunjungi orang itu, para perawat Gembira Loka melakukan terapi perilaku dengan cara melatihnya secara rutin.
 
"Kegiatan melatih satwa itu paling tidak dilakukan sekali dalam sehari. Untuk satwa burung di wahana edukasi misalnya tetap dilatih dengan gerakan-gerakan yang biasanya dilakukan untuk interaksi dengan pengunjung," ujarnya.
 
Di wahana edukasi burung itu pelbagai jenis aves paruh panjang setiap hari tetap dilatih. Seperti burung kangkareng, kakatua, elang laut, dan elang bondol. Demikian pula di wahana PES Mamalia. Bermacam satwa terampil seperti orangutan, lingsang, kucing air dan marmut dilatih pula untuk berinteraksi dengan manusia.
 
Untuk gajah koleksi di kebun binatang ini secara berkala diajak jalan-jalan oleh mahout atau pawang, mengelilingi danau buatan Mayang Tirta.
 
Selain memberikan terapi perilaku pada satwanya secara rutin, Gembira Loka berupaya meminimalkan risiko berbahaya, untuk satwa yang dilahirkan pada masa pandemi ini.
 
Kepala Bidang Perawatan Satwa Gembira Loka, Miftah Nur Khasan mengatakan, pada 3 Juni 2020, seekor watusi atau sapi merah bertanduk koleksi kebun binatang itu, melahirkan seekor bayi betina. Anak watusi itu pun segera dipisahkan dengan induk pejantannya supaya aman. 

Harimau sumatera koleksi Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. (Gembiralokazoo.com)