LIPI Usul Pembangunan Kebun Raya Danau Toba, Ini Sebabnya

Penulis : Betahita.id

Lingkungan

Rabu, 29 Juli 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Lembaga Ilmu Pengetahaun Indonesia (LIPI) mengusulkan agar pemerintah membangun Kebun Raya di sekitar Danau Toba. “Pembangunan Kebun Raya ini akan menjamin kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba karena sepanjang pengetahuan saya perekonomian Danau Toba berbasis pada pariwisata,” ungkap Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam webinar “Strategi Pengelolaan Technopark Samosir untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal di Masa Pandemi” pada Selasa,28 Juli 2020.

Baca juga: Danau Toba Tercemar Parah, Oksgen Hanya 5 Persen

Pemerintah telah menetapkan lima Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) dengan status super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Lombok dan Manado-Belitung-Likupang. 

Handoko menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, daerah memiliki peluang ekonomi yang besar karena memiliki keanekaragaman hayati lokal yang khas yang bisa dikembangkan sebagai obat herbal. “LIPI memiliki perangkat, fasilitas dan SDM yang mampu mendukung potensi lokal tersebut.”

Bupati Kabupaten Samosir Rapidin Simbolon mengatakan saat ini Kabupaten Samosir dan LIPI telah membangun kerjasama dalam pembangunan Kebun Raya Samosir dan Arboretum Aek Natonang yang ditandatangani pada 2010. “Dalam kondisi pandemi ini, yang sangat terdampak yaitu sektor pariwisata berupa kunjungan wisatawan,“ ungkapnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2019, terdapat 43 Kebun Raya di Indoensia, lima kebun raya dikelola oleh LIPI yaitu Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, Eka Karya Bali dan Kebun Raya Cibinong. Sementara dua kebun raya dikelola oleh perguruan tinggi dan 36 kebun raya lainnya dikelola oleh pemerintah daerah.

Danau Toba (Dok LIPI)