Karhutla Mulai Terjadi, Turun 91 Persen Dibanding 2019

Penulis : Kennial Laia

Karhutla

Senin, 21 September 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kebakaran tersebut dipadamkan oleh Manggala Agni KLHK setelah mendapat laporan masyarakat dan hotspot yang terpantau dari satelit.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manulang mengatakan, brigade pengendalian karhutla tersebut telah memadamkan kebakaran di beberapa provinsi rawan kebakaran seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

“Manggala Agni dan para pihak akan langsung melakukan groundcheck lapangan bila terpantau hotspot pada Satelit Terra Aqua (NASA) dan NOAA,” kata Basar dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2020.

“Jika setelah dilakukan groundcheck dan memang terjadi karhutla maka tim akan menindaklanjuti dengan mendatangkan bantuan dari daops serta Satgas Dalkarhutla sesuai dengan luas karhutla dan kondisi lokasi,” katanya.

Manggala Agni memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Foto: Istimewa

Hingga 21 September 2020, KLHK telah memadamkan kebakaran seluas satu hektare pada tanah mineral dengan vegetasi ranting kering dan tebas di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Adapaun di Kalimantan Selatan, Manggala Agni memadamkan api di tiga titik. Dua lokasi terbaru yang berhasil dipadamkan terletak di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin. Sementara itu lokasi kedua terletak di Desa Pengayuan Ujung, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. "Ketiga titik kebakaran ini sudah berhasil dipadamkan," terang Basar. 

Di Sulawesi Selatan, Manggala Agni Daops Gowa juga melakukan pemadaman di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Kalimantan Tengah juga mengalami kebakaran di tanah mineral yang berlokasi di Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Barito Utara.

"Meskipun terjadi di lahan mineral namun lokasi yang cukup sulit dijangkau menjadi kendala proses pemadaman karhutla," kata Basar. 

Hingga saat ini, jumlah hotspot periode 1 Januari - 21 September terpantau sebanyak 582 titik dengan tingkat kepercayaan 80%. Jumlah tersebut turun 91,37% dibandingkan dengan jumlah hotspot 2019 pada periode yang sama (6.747 titik). Sementara itu, berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) terpantau 1.714 hotspot dengan tingkat kepercayaan ?80%. Pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 19.609 titik, dengan penurunan jumlah hotspot sebanyak 17.895 titik. 

SHARE