GeNose UGM Bisa Deteksi Positif Covid-19 dalam 80 Detik

Penulis : Betahita.id

Covid-19

Selasa, 29 September 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menyerahkan GeNose, alat deteksi Covid-19 melalui embusan nafas kepada Kemenristek/BRIN, Kamis (24/9/2020).

Alat deteksi Covid-19 hasil pengembangan para peneliti UGM ini memiliki kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat. Kampus di Yogyakarta ini mengklaim dalam waktu kurang dari 2 menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.

Baca juga: GeNose, Alat Tes Covid-19 UGM Diklaim Akurasi Uji 97 Persen

“Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar 3 menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi,” kata anggota tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, di acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus Covid-19 di Gedung BJ Habibie lantai 24, Jakarta.

Peragaan GeNose UGM (Humas UGM)

Selain cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR. Satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp40 juta dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan.

“Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya seperti dikutip laman UGM.

Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan alat bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 dan keluar melalui embusan nafas. Udara dari hidung itu dimasukkan ke dalam kantong khusus dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

GeNose telah melalui uji profiling  dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta, Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.

Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, mengapresiasi alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas yang dikembangkan oleh tim peneliti UGM. Dia mengatakan pihaknya siap untuk mendukung uji klinis lanjutan GeNose.

“Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2,” ucapnya.

Dia berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat. Dia mentargetkan setidaknya pada bulan Desember 2020 alat ini dapat digunakan untuk skrining.