Kebakaran Hutan Amazon 2020 Terparah Dalam Satu Dekade

Penulis : Kennial Laia

Perubahan Iklim

Jumat, 02 Oktober 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Kebakaran hutan hujan tropis Amazon, Brazil, dilaporkan lebih parah sembilan bulan terakhir dibandingkan dengan kebakaran 2019. Mayoritas area hutan yang terletak di Brazil itu dilaporkan mengalami kebakaran terburuknya selama satu dekade terakhir.

Hal itu ditunjukkan pada data dari institut nasional penelitian luar angka (INPE) Brazil, yang merekam sebanyak 32.017 hotspot via citra satelit selama September 2020 di hutan Amazon. Angka itu meningkat 61% dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2019. 

Baca juga Kebakaran Hutan di Australia diklaim Melebihi Kebakaran Amazon

Data INPE yang dirilis pada Kamis, 1 Oktober 2020, itu menyatakan bahwa pada 2019, kebakaran meningkat pada Agustus 2019 dan menurun signifikan satu bulan berikutnya. Namun, tahun ini kebakaran terus berlanjut. Agustus dan September 2020 dilaporkan telah melebihi kebakaran satu bulan tertinggi tahun lalu.

Kebakaran menghancurkan area hutan alami di wilayah hutan Amazon, Brazil, September 2020. Foto: Christian Braga/Greenpeace

“Dua bulan ini kebakaran terjadi begitu besar. Kondisi ini lebih buruk dari tahun lalu,” kata Direktur Sains di Amazon Environmental Research Institute (IPAM), Kamis, 1 Oktober 2020.

“Kebakaran dapat memburuk bila kekeringan berlanjut. Saat ini kita sangat bergantung pada turunnya hujan,” kata Alencar.

Tahun ini, Amazon mengalami musim kering yang lebih parah dibandingkan tahun lalu. Saat ini terdapat 28.892 titik kebakaran di seluruh wilayah Amazon, yang melewati sembilan batas negara. Pada September, api tidak hanya membakar area terdeforestasi dan lahan pertanian namun juga area hutan yang masih alami.

Menurut analisis citra satelit oleh Amazon Conservation, organisasi nonprofit asal Amerika Serikat, hampir 62% kebakaran besar di Amazon terjadi di area hutan pada September. Hal ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 15% api pada Agustus. Brazilian Pantanal yang merupakan area lahan gambut terluas di dunia juga terbakar lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut data INPE.

Luas kebakaran di area gambut itu berkurang sebanyak 23%, menurut analisis dari Federal University of Rio de Janeiro. Brazilian Pantanal merupakan rumah bagi populasi jaguar terbanyak di dunia, dan kebakaran tersebut langsung berdampak pada hilangnya habitat satwa tersebut. 

SHARE