Bayi Hiu Bermata Satu di Maluku, Akibat Kerusakan Lingkungan?

Penulis : Betahita.id

Biodiversitas

Kamis, 22 Oktober 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Satu bayi hiu bermata satu ditemukan nelayan Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kepulauan Aru. Temuan itu menghebohkan setelah diunggah  di Facebook, demikian dilaporkan Terasmaluku.com, Kamis (22/10/2020).

Bayi hiu mata satu ini ditemukan dalam perut induk hiu yang tersangkut jaring nelayan udang. Media Inggris, The Sun memuat kabar ini dan menyebutnya sebagai mutan.

Guru Besar Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Ambon, Prof. Jacobus W. Mosse mengatakan, kasus seperti ini memang sangat jarang terjadi.

Bahkan di Maluku, diakuinya ini baru pertama kali terjadi. Sementara sesuai catatan literasi, fenomena ini pernah terjadi di Meksiko sekitar 2011 silam.

Bayi hitu mata satu yang ditemukan di Maluku (Viralpress)

Dijelaskannya, ada dua kemungkinan sehingga menyebabkan bayi hiu hanya memiliki satu mata. Pertama, karena kegagalan perkembangan otak pada embrio saat masa-masa kehamilan hiu sehingga terbentuk satu bola mata saja. Ini disebut cyclophia atau cyclocepaly akibat dari asupan protein yang dibutuhkan dalam pembentukan otak embrio tidak sempurna.

“Memang seperti ini sangat jarang terjadi, tapi pernah dicatat di Meksiko sekitar 2011 lalu belum terlalu lama. Diorganisme yang lain saya belum tahu, tapi kalau organisme di laut terutama di hiu disebut cyclophia atau cyclocepaly karena hanya satu bola mata yang terbentuk,” jelasnya kepada Terasmaluku.com via seluler Rabu (21/10/2020).

Dugaan faktor lain, kata Mosse, karena produksi protein yang dihambat atau dibatasi oleh faktor lingkungan. “Ini juga diduga seperti begitu. Tapi ini baru bersifat dugaan. Kita belum tahu apakah ini indikasi lingkungan perairan di Aru juga sudah tercemar atau tidak sehingga sumber-sumber protein alami yang sudah ada itu tidak mendukung pembentukan otak organisme terutama di hiu,” katanya.

Meskipun sangat jarang terjadi, fenomena seperti ini kata Mosse bisa terjadi kapan saja. Tetapi dia meminta publik tidak perlu khawatir dan tidak menghubungkan dengan hal-hal mistis atau aneh. 

Mengingat fenomena ini baru pertama kali terjadi di Maluku, ditambahkan Mosse, tidak menutup kemungkinan Unpatti akan mlakukan penelitian lebih lanjut agar diketahui penyebab pasti hingga bayi hiu itu hanya memiliki satu mata.

“Ini sangat menarik untuk menjadi catatan kita bahwa ada kasus ini, bukan saja di Meksiko atau tempat-tempat lain di Samudera Pasifik bagian timur. Kemungkinan kita akan teliti ada kemungkinan itu sepanjang spesimen itu disimpan dengan baik atau dibekukan di sana sehingga mungkin ahli genetika kita di Fakultas perikanan Unpatti bisa meneliti lebih lanjut,” tuturnya.

Unpatti melalui dirinya akan berkoordiansi dengan Dinas Perikanan di Kepulauan untuk memastikan apakah spesimen bayi hiu mata satu ini bisa dikirim ke Ambon untuk penelitian lebih lanjut. 

TERASMALUKU.COM | TERAS.ID

SHARE