BRG Menjadi BRGM, Dipimpin Hartono Prawiraatmadja

Penulis : Betahita.id

Gambut

Rabu, 23 Desember 2020

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID -  Presiden Joko Widodo melantik Hartono Prawiraatmadja sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020) bersamaan dengan Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Hartono sebelumnya adalah Sekretaris Badan Restorasi Gambut, yang kini menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, demikian siaran pers Sekretariat Presiden.

Baca juga Prof Bambang Hero: Lahan Gambut Bisa untuk Sawah, Ini Syaratnya

Menurut siapan pers Humas BRGM, pelantikan Hartono menunjukkan bahwa Badan Restorasi Gambut, yang sesuai Perpres Nomor 1 Tahun 2016 bertugas selama lima tahun sejak 2015 akan berakhir pada 31 Desember 2020, akan diperpanjang masa tugasnya.

Presiden Joko Widodo melantik Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Hartono Prawiraatmadja sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di Jakarta (23/12/2020). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Hartono Prawiraatmadja (brg.go.id)

Sebelumnya sempat beredar kabar BRG akan dibubarkan Presiden Jokowi, namun kalangan praktisi dan pembela lingkungan menilai tugas Badan itu perlu diperpanjang karena kondisi lahan gambut saat ini masih memprihatinkan.

Baca: Benarkah BRG Sudah Tidak Diperlukan Lagi?

Pelantikan Hartono bersamaan dengan tambahan tugas BRG, yakni tidak hanya mengurus lahan gambut namun juga menyelamatkan mangrove, sehingga namanya berubah menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM)

Hartono Prawiraatmadja merupakan mantan pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jabatan terakhir lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu yakni Direktur Kawasan Konservasi pada Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Mengenai tugas barunya, Hartono menyatakan bahwa BRGM siap bersinergi dengan kementerian terkait dan Pemda serta para pihak lain, utamanya masyarakat yang selama ini sudah menunjukkan kesadaran yang makin baik.

Dalam tugas baru BRGM ini, upaya percepatan dilakukan pada 1,2 juta hektare ekosistem gambut dan 600 ribu hektare mangrove.

Selain pada tujuh provinsi yang sudah jadi target restorasi gambut, BRGM juga akan bekerja pada 6 provinsi baru, khususnya untuk mangrove. Enam provinsi tersebut yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat.

“Di beberapa lokasi, ekosistem gambut terhubung dengan mangrove sehingga perlindungan mangrove sekaligus melindungi ekosistem gambut juga. Kita harus memahami karakteristik kedua ekosistem ini dengan baik," ucap Hartono, seperti dikutip Tribunnews.

"Kerusakan terjadi karena pemanfaatan yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut dan mangrove. Apalagi baik gambut dan mangrove juga menjadi bagian dari ekosistem yang sangat perlu dilindungi,” katanya.

SHARE