Beruang Madu Muncul di Agam, Harimau Makan Ternak di Langkat

Penulis : Betahita.id

Biodiversitas

Kamis, 14 Januari 2021

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Beruang madu muncul di area persawahan di Kelok 28 Agam, namun sejauh ini belum ada laporan terkait konflik dengan manusia.

Pengendali Ekosistem Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan kemunculan beruang madu atau Helarctos Malayanus ditemui di Kelok 28 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Dijelaskannya, satwa tersebut terlihat pada hari Sabtu (09/01/2021) sekitar pukul 15.30 WIB oleh Erizal M Sutan Mangkuto (50) di sekitar sawah miliknya. Kemudian, setelah melihat satwa tersebut warga melaporkan kepada BKSDA Agam pada Minggu (10/1/2021).

“Sanjutnya dilakukan pengecekan dan klarifikasi ke lokasi terkait kemunculannya kemarin pada Senin (11/1/2021),” ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Beruang madu (helarctos malayanus ) (wikipedia)

Dari hasil pengecekan ke lapangan, berdasarkan keterangan saksi yang melihat, diduga satwa tersebut merupakan individu yang pernah muncul beberapa bulan lalu di sekitar kelok 35 dan kelok 42. Pihaknya kemudian melakukan pengawasan di sekitar lokasi satwa itu muncul.

“Sebelum melakukan upaya penanganan, kita akan melakukan pengumpulan data dan analisa pergerakan satwa terlebih dahulu, mengingat upaya pemasangan perangkap beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga sekitar juga sudah diimbau oleh wali nagari setempat agar waspada dan hati-hati terhadap kemunculan beruang di daerahnya. Beruang itu diperkirakan sering muncul karena mencari makanan, sebab di sekitar lokasi sedang musim buah.

“Dia keluar karena lokasi itu masih daerah jangkauannya, jadi dia masih berkeliaran, ini sudah yang ke lima kalinya ia muncul, diduga karena musim buah,” katanya.

Harimau di Langkat

Harimau sumatera yang dilaporkan muncul di Desa Lau Damak, Kabupaten Langkat, dan memangsa sapi milik warga, belum berhasil terekam kamera trap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

Humas BBKSDA Sumut Andoko Hidayat, ketika dikonfirmasi, Minggu, 10 Januari 2021, membenarkan harimau sumatera itu belum terekam kamera trap yang telah dipasang.

"Kamera trap tersebut dipasang di sekitar perangkap (jebakan) harimau, di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara," ujar Andoko kepada Antara.


Sebelumnya, BBKSDA Sumatera Utara telah memasang empat kamera trap untuk memantau harimau sumatera di Desa Lau Damak.

Pada Rabu, 6 Januari 2021, telah menerima laporan dari KPH 1 Stabat adanya konflik harimau sumatera dengan korban dua ekor ternak milik Zainuddin di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Penanganan harimau itu dilakukan BBKSDA Sumut bekerja sama dengan BBTNGL, KPH Wilayah I Stabat, WCS, dan YAHUA.

LANGGAM.ID | TEMPO.CO | TERAS.ID

SHARE