BPBD: Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Jabar Selatan

Penulis : Sandy Indra Pratama

Lingkungan

Minggu, 28 Februari 2021

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Jawa Barat mengingatkan warga di wilayah selatan agar terus waspada terhadap bencana banjir dan longsor mengingat intensitas hujan yang tinggi akan bergeser ke wilayah selatan Jabar.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar, Dani Ramdan mengatakan kesiagaan perlu diperhatikan dalam dua hari yaitu 27 dan 28 Februari 2021. "Ini memang (curah hujan) yang paling tinggi. Tapi daerahnya kini bergeser ke arah selatan, ke Kabupaten Tasik, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Garut mendapatkan peringatan siaga untuk kewaspadaan tinggi banjir dan longsor sampai tanggal 28 besok," ujar Dani, kemarin.

Dani mengatakan peringatan dini tersebut mengacu kepada prakiraan cuaca dari BMKG. Pihaknya pun sudah menyiagakan personel untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi di selatan Jabar tersebut.

"Sudah kita berikan peringatan dini. Seluruh personel di wilayah tersebut sudah kita siapkan," katanya.

Banjir melanda Kalimantan Selatan Januari 2021 merendam 11 kabupaten/kota. Foto: Humas BNPB

Dani menyatakan, hujan deras sebelumnya terjadi di wilayah utara Jabar yang berakibat banjir di beberapa titik. Adapun titik banjir yang paling parah terjadi di Subang dan Karawang. Meski demikian, titik banjir di wilayah utara termasuk di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) saat ini sudah mulai surut.

"Banjir Bekasi Muara Gembong, Karawang, sudah hampir seluruhnya surut. Kemudian di Subang tinggal dua kecamatan, tapi itu pun di Pamanukan ada dua desa kemudian satu kecamatan lagi satu desa. Secara umum sudah mulai surut dengan asumsi hujan tidak turun dengan intensitas tinggi lagi," kata Dani.

Sebelumnya, BMKG mendeteksi potensi bibit siklon yang dapat menjadi bibit siklon tropis di perairan sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kondisi tersebut, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, memungkinkan berpengaruh pada potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat atau petir di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

Dalam keterangannya, Guswanto juga mengatakan untuk periode hingga 28 Februari, BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Di antaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali. Berikutnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Daerah lain adalah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

CNNINDONESIA |

SHARE