Titik Panas di Gambut Lampaui Kejadian Sepanjang Agustus

Penulis : Aryo Bhawono

Karhutla

Rabu, 20 September 2023

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Titik panas di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) pada pertengahan September melebihi jumlah titik panas sepanjang Agustus. Pantau Gambut mendesak pemerintah untuk melakukan mitigasi jangka panjang. 

Pantau Gambut mencatat sebanyak 15.302 titik panas di area KHG pada rentang 1–12 September 2023 melalui citra satelit. Jumlah ini melebihi titik panas sepanjang Agustus, yakni 14.437 titik panas. Jumlah ini melonjak empat kali lipat dibandingkan Juli, yakni 3.308 titik panas. 

Empat provinsi tercatat memiliki titik panas di KHG tertinggi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Juru Kampanye Pantau Gambut, Abil Salsabila, menyebutkan tren kenaikan jumlah titik panas pada September harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk melakukan mitigasi jangka panjang. Menurutnya pemerintah selama ini selalu berkilah angka karhutla menurun dibandingkan tahun 2015 dan 2019.

Kabut asap terlihat dari jalan di Sumatera Selatan pada karhutla 2015.

Padahal pola peningkatan karhutla yang tidak berubah tiap tahun merupakan indikasi tidak tepatnya kebijakan. Selama ini pemerintah hanya fokus pada upaya tanggap darurat dan kasuistik dibandingkan mitigasi jangka panjang, seperti memastikan kepatuhan konsesi terhadap perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (due diligence).

Penegakan hukum pada perusahaan yang membuka lahan dengan cara bakar juga menjadi masalah lain yang tidak kunjung dianggap serius oleh pemerintah. Kajian Pantau Gambut yang terbit Juli 2023 menyebutkan jika 666 perusahaan yang beroperasi di atas lahan gambut memiliki tingkat kerentanan karhutla yang tinggi.

Fakta ini memperpanjang catatan pada lemahnya komitmen pemerintah dalam menanggulangi rusaknya ekosistem gambut. 

“Tidak kompetennya pemerintah dapat dilihat dari lemahnya penegakan hukum pada perusahaan yang terbukti mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area kerjanya, pemutihan perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi dalam kawasan hutan, hingga kelonggaran bagi konsesi pada area kubah gambut,” ucap dia. 

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi karhutla terus terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sementara hujan berpotensi mulai terjadi di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.