Deklarasi Iklim dan Kesehatan COP28, WHO: Dulu Cuma Footnote

Penulis : Gilang Helindro

Iklim

Selasa, 05 Desember 2023

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID - COP28 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Deklarasi Uni Emirat Arab tentang Iklim dan Kesehatan demi mempercepat ketahanan kesehatan masyarakat dari dampak iklim yang terus meningkat. Deklarasi itu ditandatangani 123 negara.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, menyampaikan, deklarasi ini menandai pengakuan pertama di dunia atas perlunya pemerintah melindungi masyarakat dan mempersiapkan sistem kesehatan untuk mengatasi dampak kesehatan yang berkaitan dengan iklim. “Seperti panas ekstrem, polusi udara, dan penyakit menular,” kata Tedros, Minggu 3 November 2023.

Tedros mengatakan, deklarasi ini mendapat dukungan dari negara-negara seperti Brasil, Malawi, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Kenya, Fiji, India, Mesir, Sierra Leone, dan Jerman. Aksi bersama ini, kata Tedros, dilakukan di saat angka kematian tahunan akibat udara tercemar mencapai hampir 9 juta jiwa dan 189 juta orang terpapar oleh kejadian-kejadian yang berkaitan dengan cuaca ekstrem setiap tahunnya. 

"Krisis iklim adalah krisis kesehatan, tetapi sudah terlalu lama kesehatan menjadi footnote (catatan kaki) dalam diskusi iklim," ungkap Tedros.

Para kepala negara dan pemerintahan akan berbicara pada KTT COP28 di Dubai pada Jumat (1/12/2023) dan Sabtu (2/12/2023). Foto: New York Times/Sean Gallup/Getty

Menurut dia, WHO menyambut baik deklarasi yang menekankan perlunya membangun sistem kesehatan yang tangguh terhadap iklim dan rendah karbon, untuk melindungi kesehatan planet dan manusia.