Hari ini 4 Orangutan Dilepasliarkan di TN Bukit Baka Bukit Raya

Penulis : Kennial Laia

Satwa

Kamis, 14 Desember 2023

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Empat orangutan rencananya akan dilepasliarkan ke Taman Nasional (TN) Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah pada hari ini (13/12/2023). Dua hari sebelumnya, 12 Desember, empat orang utan lainnya telah dilepasliarkan lebih dulu di tempat yang berbeda di TN itu.   

Empat orangutan pertama dilepaskan di hutan di DAS Bemban. Empat orangutan kedua akan dilepaskan ke hutan di DAS Hiran. Satwa ini, tiga jantan dan lima betina, sebelumnya menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Salah satu orangutan yang dilepasliarkan adalah Cinta. Orangutan betina ini diselamatkan dari Kuala Kurun, Gunung Mas, Kalimantan Tengah pada 14 Februari 2013. Ia tiba saat masih berusia 4 bulan dengan berat badan 2 kg dan tanpa induk. Setelah melewati masa karantina, Cinta bergabung di Sekolah Hutan dan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan rehabilitasi di Sekolah Hutan dengan baik. 

Pada 7 April 2021, Cinta dipindahkan ke Pulau Pra-Pelepasliaran Salat untuk menjalani tahapan terakhir dari seluruh rangkaian rehabilitasi. Cinta termasuk orangutan dominan di antara orangutan betina lainnya yang sebaya. Ia pandai bergaul dan gemar menjelajah. Setelah menjalani proses rehabilitasi panjang, Cinta yang berusia 11 tahun dan tujuh orangutan lainnya telah siap untuk kembali hidup liar dan bebas di hutan. 

Pelepasliaran orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Tengah, Desember 2023. Dok Yayasan BOS

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan proses rehabilitasi yang panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun menunjukkan besarnya investasi yang diperlukan dalam melatih satwa liar, hingga siap dilepasliarkan kembali dan hidup di alam liar. 

“Hari ini menjadi momen penting di akhir tahun 2023 dengan pelepasliaran delapan orangutan ini. Harapan kami semoga dalam tahun-tahun mendatang, orangutan yang dilepasliarkan dapat berkembang biak dan menjalankan fungsi ekologisnya dengan baik di alam liar,” kata Sadtata. 

Program pelepasliaran ini merupakan kerja sama berbagai pihak, termasuk BKSDA Kalimantan Tengah bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang bermitra dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS).

Menurut Kepala Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Andi Muhamad Kadhafi, kerja sama tersebut telah berhasil mengembalikan 200 orangutan ke habitat aslinya selama delapan tahun terakhir. Dengan pelepasliaran terbaru ini, total orangutan yang berhasil dipulangkan ke habitatnya di kawasan tersebut mencapai 208 individu. 

Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan saat ini sekitar 400 orangutan masih direhabilitasi oleh Yayasan BOS. Sebagian besar di antaranya telah siap untuk hidup bebas di hutan. “Upaya perlindungan dan konservasi orangutan adalah upaya bersama yang memerlukan kerja sama dari semua pemangku kepentingan tanpa terkecuali,” kata Jamartin.