Gigi Komodo Sama Dengan Gigi Dinosaurus Pemakan Daging

Penulis : Aryo Bhawono

Satwa

Sabtu, 17 Februari 2024

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Tatap mata Kilat, kadal terbesar di Kebun Binatang Metro Toronto, seperti tak mau melepas setiap pengunjung dari hadapannya. Ia melacak setiap gerakan pengunjung layaknya predator puncak purba, dinosaurus theropoda, sedang menatap calon mangsa. 

Kilat adalah komodo yang lahir di kebun binatang itu pada 2004 lalu.

Gigi berkilauan berserak di tanah sekitar kandangnya. Peneliti mengungkap fenomena rontoknya gigi komodo dewasa ini mirip dengan dinosaurus theropoda pada masa Mesozoikum, sekitar 252,2 juta hingga 66 juta tahun lalu. 

Kala itu karnivora purba berkaki dua tersebut berada di puncak rantai makanan. Hasil riset menunjukkan theropoda memiliki kebiasaan gigi rontok, sama seperti komodo dewasa. 

Sejumlah komodo berebut makanan./Foto: KLHK

Hasil penelitian atas gigi-gigi itu pun menunjukkan gigi komodo dewasa mirip dengan gigi dinosaurus theropoda, melengkung kuat memiliki tepi tajam bergerigi yang diperkuat oleh inti dentin. Penelitian ini dilakukan melalui pemeriksaan gigi dan rahang komodo dewasa dengan kombinasi analisis histologis dan computerized tomography (CT). 

“Kami sangat gembira dengan penemuan ini karena menjadikan komodo sebagai organisme model hidup yang ideal untuk mempelajari sejarah kehidupan dan strategi mencari makan dinosaurus theropoda yang telah punah,” kata Tea Maho penulis utama makalah tentang penelitian diterbitkan di PLOS ONE ini.

Komodo, seperti kebanyakan reptil lainnya, termasuk dinosaurus theropoda yang telah punah, terus menerus mengganti gigi sepanjang hidup. Histologi, teknik umum untuk mempelajari struktur mikro gigi, dan CT sinar-X kepala komodo menunjukkan bahwa komodo memiliki hingga lima gigi pengganti per posisi gigi di rahangnya.

“Memiliki gigi sebanyak ini di dalam rahang pada waktu tertentu merupakan ciri unik di antara reptil predator, dan hanya terlihat pada komodo,” kata Dr. Robert Reisz, salah satu penulis makalah penelitian tersebut seperti dikutip dari Phys.

Kebanyakan reptil lain, termasuk dinosaurus theropoda, paling banyak memiliki dua gigi pengganti di rahangnya. 

Temuan yang paling mengejutkan adalah komodo mulai membuat gigi baru di setiap posisi gigi setiap 40 hari. Inilah sebabnya mengapa ada begitu banyak gigi tanggal di kandang komodo. Tiap gigi baru dengan cepat menggantikan gigi lama, meski masih berfungsi. 

Sedangkan reptil lain, termasuk sebagian besar dinosaurus theropoda, biasanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk membuat gigi pengganti, terkadang hingga satu tahun.

“Jadi, jika di alam liar gigi patah saat menangkap atau membuang daging mangsanya tidak masalah. Gigi baru akan segera menggantikan gigi yang patah tersebut,” jelas Tea Maho.

Tim peneliti juga dapat menemukan korelasi menarik antara gigi komodo dan perilaku makan mereka. Komodo yang baru menetas dan remaja mempunyai gigi yang lebih halus. Mereka tidak suka menyisakan daging dan menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan, menghindari komodo dewasa, dan terutama memakan serangga dan vertebrata kecil.

Saat mereka tumbuh hingga mencapai ukuran dewasa, gigi mereka berubah bentuk secara dramatis. Lantas mereka akhirnya turun dari pohon untuk menjadi predator puncak, mampu menyerang dan membunuh apapun di wilayah kekuasaan mereka.

Para peneliti juga memperhatikan bahwa gigi depan Komodo dewasa sangat kecil atau hilang sama sekali. Morfologi gigi yang tidak biasa ini berkorelasi baik dengan perilaku menjulur-julurkan lidah mereka, menggunakan lidah ramping seperti ular bercabang untuk mencari mangsa tanpa harus membuka mulut.