Orangutan Boncel Kembali ke Desa setelah Ditranslokasi, Kenapa?

Penulis : Betahita.id

Biodiversitas

Sabtu, 09 Januari 2021

Editor : Y. Y. Akhmadi

BETAHITA.ID - Tim gabungan Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I dan IAR Indonesia memindahkan satu individu orangutan jantan dewasa dari areal Transmigrasi Sungai Pelang, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 30 Desember 2020.

Orangutan yang diberi nama Boncel ini sebelumnya pernah dievakuasi dari lokasi tersebut dan dipindahkan ke hutan. Namun, Boncel kembali ke desa transmigrasi di Sungai Pelang.

Baca juga Nasib Orangutan di Thailand: Jadi Santapan sampai Tontonan

Dalam translokasi kedua ini, Boncel dilepaskan di hutan yang sama namun lebih jauh di dalam hutan untuk memastikan tidak lagi memasuki kebun warga.

BKSDA Kalbar dan IAR Indonesia memindahkan orangutan Boncel dari Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 30 Desember 2020.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan apresiasinya atas tindakan cepat tanggap ini. ”Berulangnya translokasi ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi merupakan kerjasama semua pihak. Masyarakat dapat mendukung dengan melakukan upaya pencegahan kerusakan dan perbaikan habitat satwa liar,” ujarnya di Pontianak seperti dikutip siaran pers Humas KLHK, Jumat, 8 Januari 2021.

Sebelumnya, Boncel telah ditranlokasi dari kebun milik warga di Desa Sungai Pelang ke Hutan Desa Sungai Besar pada pertengahan bulan Agustus 2020. Translokasi ini dilakukan dengan pertimbangan upaya mitigasi konflik dan penggiringan orangutan ini kembali ke hutan sangat sulit dilakukan mengingat berdasarkan citra satelit, jarak antara lokasi kebun dengan hutan besar cukup jauh.

Translokasi orangutan yang dilakukan pada bulan Agustus lalu berjalan lancar. Meskipun kegiatan ini sukses memindahkan orangutan ke hutan yang lebih baik untuk kehidupannya, translokasi semacam ini hanyalah solusi sementara.
 
Hal ini terbukti ketika pada awal November 2020, tim patroli OPU IAR Indonesia kembali mendapatkan informasi terkait orangutan yang memasuki kebun milik warga di Desa Sungai Pelang. Tim segera memverifikasi laporan tersebut dan pada tanggal 11 November 2020, tim menemukan satu individu orangutan yang sedang memakan tanaman nanas milik warga.

Baca juga Tiga Spesies Orangutan Indonesia, Begini Ciri Khasnya

Setelah melakukan pengamatan dan identifikasi, diketahui orangutan ini adalahBoncel yang sebelumnya pernah diselamatkan dan ditranslokasikan oleh tim SKW I Ketapang bersama ARI pada tanggal 18 Agustus 2020 lalu di Hutan Desa Sungai Besar.

Tim WRU BKSDA Kalbar dan IAR Indonesia akhirnya melakukan translokasi sekali lagi. Proses yang memakan waktu lebih dari 7 jam ini berjalan lancar. Dokter hewan IAR Indonesia yang memeriksaBoncel menyatakan kondisi orangutan  berusia sekitar 30-40 tahun ini sehat dan siap untuk langsung dipindahkan. 

Balai KSDA Kalbar mencatat ancaman terhadap kelangsungan hidup orangutan bertambah sejak kebakaran besar melanda sebagian hutan habitat orangutan wilayah di Ketapang pada 2019. Hutan yang terbakar dan masifnya pembukaan lahan menyebabkan banyak orangutan kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupannya.

Orangutan-orangutan ini pergi meninggalkan rumahnya yang hancur dan masuk ke kebun warga untuk mencari makan, menyebabkan tingginya jumlah perjumpaan manusia dengan orangutan yang tidak jarang menimbulkan konflik.

SHARE